Perbedaan antara object storage, file storage, dan block storage

Terdapat tiga jenis utama penyimpanan data, yaitu object storage, file storage, dan block storage. Apa saja jenis-jenis tersebut dan apa perbedaannya?

File Storage

File storage adalah salah satu jenis penyimpanan yang paling umum: kebanyakan orang sudah akrab dengannya dari penggunaan komputer sehari-hari. Pertimbangkan kasus sederhana: Anda menyimpan foto dari perjalanan terbaru di laptop/desktop pribadi Anda. Pertama, buat folder bernama 'my trip'. Sekarang Anda dapat menambahkan folder lain di bawah folder ini dengan nama 'my favorites' dan menempatkan foto favorit Anda di dalamnya. Dengan cara ini, Anda mengorganisir file ke dalam struktur hierarkis dengan folder dan subfolder, serta dapat mengaksesnya menggunakan path folder/file.
Ketika file disimpan dengan cara ini, metadata yang melekat padanya terbatas, seperti tanggal pembuatan, tanggal modifikasi, dan ukuran file. Skema organisasi sederhana ini dapat mulai menimbulkan masalah seiring bertambahnya jumlah data. Performa dapat menurun karena meningkatnya tuntutan resource pada sistem file untuk melacak file dan folder, serta masalah "struktural" ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah ruang penyimpanan yang tersedia untuk sistem file.
Meskipun berpotensi mengalami masalah pada skala besar, sistem file bekerja dengan baik untuk penggunaan sehari-hari pada komputer pribadi dan server yang digunakan di tempat kerja serta perusahaan menengah hingga besar. File storage umumnya ditemukan dan diterapkan pada hard drive dan sistem Network Attached Storage (NAS).

Object Storage

Object storage adalah jenis penyimpanan data di mana setiap unit data (disebut "objek") disimpan sebagai unit terpisah. Objek-objek ini dapat berupa hampir semua jenis data: PDF, video, audio, teks, data website, atau jenis file lainnya.
Berbeda dengan file storage, objek-objek ini disimpan dalam struktur datar tunggal tanpa hierarki folder. Dalam object storage, semua objek disimpan dalam ruang alamat datar, tidak seperti struktur bertingkat dan hierarkis yang digunakan oleh file storage. Selain itu, semua metadata default dan kustom disimpan bersama objek itu sendiri (bukan sebagai bagian dari tabel atau indeks sistem file terpisah), dalam ruang alamat datar dengan pengidentifikasi unik, sehingga lebih mudah untuk diindeks dan diakses.
Object storage cukup umum dalam skenario penyimpanan berbasis cloud dan dapat digunakan untuk mengelola, memproses, dan mendistribusikan konten dengan skalabilitas dan keandalan yang sangat tinggi. Skema pengalamatan datar berarti bahwa mengakses objek individu menjadi cepat dan mudah: nama objek dapat berfungsi sebagai "kunci" dalam tabel pencarian. Sistem object storage hanya perlu mengetahui kunci (nama) objek yang Anda cari, dan kemudian dapat mengembalikannya kepada Anda dengan cepat dan mudah menggunakan tabel pencarian.

Block Storage

Object Storage dan File Storage sama-sama memperlakukan file sebagai satu "unit" data. Block Storage, sesuai namanya, memperlakukan data sebagai serangkaian "potongan" atau "blok" berukuran tetap di mana setiap file atau objek dapat tersebar di beberapa blok. Blok-blok ini tidak harus disimpan secara berurutan. Setiap kali data ini diminta oleh pengguna, sistem penyimpanan dasar akan menggabungkan kembali blok-blok data tersebut dan melayani permintaan pengguna.
Hal ini dapat dicapai tanpa memerlukan struktur hierarkis karena setiap blok memiliki alamat yang berbeda dan unik, serta ada secara independen dari blok lainnya. Dalam beberapa kasus, block storage dapat mengambil data dengan sangat cepat karena tidak selalu ada satu jalur tunggal ke data yang perlu dibaca (bayangkan array disk, di mana data untuk file yang sama dapat dibaca dari beberapa disk). Block storage juga mencapai efisiensi tinggi karena blok dapat disimpan di mana pun yang paling nyaman (blok yang mewakili file atau objek yang sama tidak perlu disimpan bersebelahan). Namun, block storage biasanya mahal dan memiliki kemampuan terbatas untuk menangani metadata (konsep tingkat objek atau file), sehingga hal ini perlu ditangani pada tingkat aplikasi. Block storage umumnya diterapkan dalam penyimpanan Storage Area Network (SAN). Dalam sebagian besar aplikasi, object storage atau file storage sebenarnya adalah lapisan di atas block storage dasar. Anda dapat menganggap block storage sebagai fondasi tempat sistem file storage dibangun.
Tabel di bawah ini membandingkan berbagai fitur dari jenis penyimpanan yang berbeda. Block storage bersifat 'sangat terstruktur' karena setiap blok data disusun dalam blok tetap yang terstruktur untuk memudahkan pengindeksan dan pencarian. File storage diindeks dan 'terstruktur' secara hierarkis, sedangkan object storage bersifat 'tidak terstruktur' karena tidak ada format atau struktur khusus untuk penyimpanan data. Sebaliknya, hanya ada daftar objek yang datar. Secara sederhana, "Konsistensi Data" dapat dipahami sebagai jaminan baca, tulis, dan pembaruan yang diberikan oleh sistem penyimpanan, seperti apakah objek yang baru ditulis segera tersedia untuk dibaca kembali atau tidak. "Tingkat akses" adalah tingkat izin yang dimiliki pengguna untuk mengakses dan memanipulasi data.
KemampuanObject Storage File Storage Block Storage
Konsistensi Konsistensi eventual Konsistensi kuat Konsistensi kuat
Struktur Tidak terstruktur Terstruktur secara hierarkis Sangat terstruktur pada level blok
Tingkat Akses Tingkat objek Tingkat file Tingkat blok

Artikel Terkait

phone Hubungi Kami
Hi, I'm Alibaba Cloud AI Assistant!
I can help with questions and solutions.