Selain ACR, Anda dapat menerapkan aplikasi menggunakan image dari repositori image pihak ketiga mana pun, seperti Docker Hub atau Docker Registry. Untuk melakukannya, pastikan konektivitas jaringan antara aplikasi SAE dan repositori image, konfigurasikan kredensial untuk mengakses repositori tersebut, lalu masukkan alamat repositori image saat menerapkan aplikasi.
Prasyarat
Pastikan konektivitas jaringan ke repositori image
-
Jika repositori image berada dalam VPC yang sama dengan aplikasi SAE Anda, tidak diperlukan konfigurasi jaringan tambahan.
-
Jika repositori image tidak berada dalam VPC aplikasi SAE Anda, Anda harus membuat koneksi cross-VPC atau mengaktifkan NAT Gateway untuk VPC aplikasi. Jika repositori image memiliki pembatasan akses, Anda juga harus menambahkan Blok CIDR VPC aplikasi atau Elastic IP Address (EIP) yang terikat pada NAT Gateway ke daftar izin (allowlist) repositori.
Konfigurasikan kredensial repositori
Buat secret untuk menyimpan username dan password repositori image. Di halaman Namespaces, pilih wilayah target lalu klik namespace target. Di panel navigasi kiri, pilih Secrets, lalu klik Create.
-
Untuk Type, pilih Image Repository Credentials.
-
Masukkan alamat IP atau nama domain repositori image.
-
Masukkan Username dan Password yang diperlukan untuk login ke repositori image.
Prosedur
-
Di halaman SAE Application List, pilih wilayah dan namespace, lalu klik Create Application.
-
Pilih edisi aplikasi.
PentingLightweight Edition dan Professional Edition hanya tersedia berdasarkan undangan. Jika Anda tidak berada dalam program beta, aplikasi Anda secara default menggunakan Standard Edition dan tidak perlu memilih edisi.
-
Lightweight Edition: Fitur minimal. Tidak mendukung Application Monitoring atau Microservices Governance.
-
Standard Edition: Termasuk Basic Application Monitoring. Advanced Application Monitoring dan Microservices Governance harus diaktifkan dan dibeli secara terpisah.
-
Professional Edition: Termasuk Advanced Application Monitoring dan Microservices Governance — tidak perlu aktivasi atau pembelian terpisah.
-
-
Di halaman Create Application, tentukan Application Name kustom dan konfigurasikan parameter berikut.
-
Pilih tipe namespace. Namespace mengisolasi resource di berbagai lingkungan dan tidak dapat diubah setelah dibuat.
-
System Created: Menggunakan namespace, vSwitch, dan security group default yang dibuat otomatis di wilayah saat ini.
-
Existing Namespace: Pilih namespace, vSwitch, dan security group yang telah Anda buat sebelumnya.
-
-
Atur Application Deployment Method menjadi Select Image Deployment, lalu klik Specify Image di sebelah kanan. Di tab Custom Image, konfigurasikan pengaturan berikut.
-
Pilih Public Network atau Private Network untuk mengakses repositori image sesuai konfigurasi jaringan Anda.
-
Jika repositori image memerlukan username dan password, pilih Secret for Username and Password of Image Repository yang telah Anda buat sebelumnya.
-
Masukkan Image address lengkap dalam format
<alamat publik atau privat repositori image>:<Image Tag>, contohnyanginx:1.23.1.
-
-
Di bagian Capacity Settings, konfigurasikan Resource Type, Single Instance Specification, dan Number of Instances.
-
-
(Opsional) Klik Next: Advanced Settings untuk mengonfigurasi fitur tambahan.
-
Klik One-Click Create Application atau Create Application.
-
Pembuatan memerlukan waktu 1–2 menit. Lihat catatan perubahan untuk memverifikasi status penerapan. Jika penerapan gagal, tidak ada instans yang dibuat — periksa error di Change Details.
-
Lihat aplikasi yang telah dibuat di halaman . Untuk mengubah konfigurasi, buka halaman detail aplikasi lalu klik Deploy Application atau Modify Application Configurations. Aplikasi akan restart untuk menerapkan perubahan — lakukan hal ini pada jam sepi.
-
Anda dapat login ke instans aplikasi menggunakan Webshell untuk menjalankan perintah konsol.
-
Setelah pembuatan, sesuaikan jumlah instans secara manual dan spesifikasi instans, atau konfigurasikan kebijakan auto scaling. Aktifkan idle mode untuk mengurangi biaya.
-