All Products
Search
Document Center

Serverless App Engine:Aktifkan CPU Burst

Last Updated:Apr 01, 2026

CPU Burst memungkinkan aplikasi melebihi kuota CPU yang dialokasikan secara sementara selama lonjakan singkat—tanpa perlu menggunakan tipe instans yang lebih besar secara permanen. Fitur ini sangat berguna untuk aplikasi Java, yang mengonsumsi CPU tinggi saat startup untuk memuat data cache, lalu kembali ke tingkat penggunaan normal.

Cara kerja

Saat CPU Burst diaktifkan, SAE memungkinkan sebuah instans menggunakan hingga 2× core CPU yang dialokasikan selama maksimal 300 detik. Setelah periode burst berakhir, penggunaan CPU kembali ke kuota awal.

Catatan

Pengali 2× dan durasi 300 detik bersifat tetap dan tidak dapat diubah.

Batasan

BatasanNilai
Edisi yang didukungEdisi Standar dan Edisi Profesional
Ukuran instans maksimum4 core atau kurang
Wilayah yang didukungTiongkok (Hangzhou), Tiongkok (Shanghai), Tiongkok (Beijing), Tiongkok (Zhangjiakou), Tiongkok (Shenzhen)
Pengali CPU Burst2x (tetap)
Durasi burst300 detik (tetap)

Aktifkan CPU Burst

Catatan

Langkah-langkah berikut mencakup aksi utama. Untuk prosedur penerapan lengkap, lihat Deploy applications.

Aktifkan CPU Burst saat pembuatan aplikasi

Gunakan jalur ini saat membuat aplikasi baru.

  1. Di SAE application list, pilih wilayah dan namespace target dari bilah navigasi atas, lalu klik Create Application.

  2. Pada halaman wizard Application Basic Information, buka bagian Capacity Settings dan atur Instance Type.

    Penting

    Tipe instans tidak boleh melebihi 4 core untuk menggunakan CPU Burst.

    Instance Type setting in Capacity Settings

  3. Pada halaman wizard Advanced Settings, buka bagian CPU Burst Configuration dan aktifkan CPU Burst.

  4. Klik Create Application.

Aktifkan CPU Burst saat penerapan aplikasi

Gunakan jalur ini saat memperbarui aplikasi yang sudah ada.

Penting

Tipe instans tidak boleh melebihi 4 core untuk menggunakan CPU Burst.

  1. Di SAE application list, pilih wilayah dan namespace target, lalu klik Application ID target untuk membuka halaman detail aplikasi.

  2. Pada tab Basic Information, klik Deploy Application.

    Deploy Application button on the Basic Information tab

  3. Di panel Deploy Application, buka bagian CPU Burst Configuration dan aktifkan CPU Burst.

  4. Klik OK.

Verifikasi CPU Burst

  1. Pada tab Basic Information, klik tab Instance List. Di kolom Actions untuk instans target, klik Webshell.

    Webshell link in the Instance List

  2. Jalankan perintah nproc untuk memeriksa jumlah CPU. Jika CPU Burst aktif, nproc mengembalikan nilai 2—dua kali lipat kuota awal sebesar 1 core. Setelah 300 detik, jumlah tersebut kembali menjadi 1, yang mengonfirmasi bahwa periode burst telah berakhir sesuai perkiraan.

    nproc command output showing 2 cores during burst