All Products
Search
Document Center

ApsaraDB RDS:Kinerja Transparent Data Encryption (TDE)

Last Updated:Jun 22, 2026

Topik ini menganalisis dampak pengaktifan Transparent Data Encryption (TDE) pada instans ApsaraDB RDS for MySQL terhadap kinerja, termasuk penggunaan CPU dan memori. Gunakan laporan ini untuk mengevaluasi kesesuaian TDE dengan workload Anda.

Rangkuman hasil

Mengaktifkan TDE menimbulkan overhead kinerja yang terukur dan meningkatkan pemanfaatan CPU pada instans ApsaraDB RDS for MySQL.

  • Pada konkurensi rendah, overhead kinerja lebih besar, mencapai hingga 20%. Pada konkurensi tinggi, overhead menurun menjadi kurang dari 5% karena faktor-faktor seperti konsolidasi I/O.

  • Pada instans 4-core, 16 GB, mengaktifkan TDE meningkatkan pemanfaatan CPU sebesar 0,06% hingga 4,22% saat mengakses tabel terenkripsi. Pada instans 8-core, 32 GB, peningkatannya sebesar 0,12% hingga 2,86%.

  • Secara keseluruhan, dampak terhadap kinerja paling terasa pada workload intensif tulis, seperti skenario uji oltp_write_only dan oltp_update_index.

Lingkungan pengujian

Parameter

Skenario pengujian 1

Skenario pengujian 2

Wilayah dan zona

China (Hangzhou)

Jenis jaringan

Virtual Private Cloud (VPC)

Arsitektur perangkat keras

x86-64

Jenis penyimpanan

local SSD

CPU

4-core

8-core

Memori

16 GB

32 GB

Ukuran buffer pool

12 GB

24 GB

IOPS maksimum

7000

12000

Versi mesin database

mysql80_8.0.28_20230610

Ukuran set data pengujian

41 GB

Tool benchmark

sysbench adalah tool benchmark open-source, modular, lintas platform, dan multi-threaded untuk mengevaluasi kinerja sistem di bawah beban database tinggi. Untuk informasi selengkapnya, lihat dokumentasi sysbench.

Metrik utama

  • transaksi per detik (TPS): Jumlah transaksi yang dikomit database per detik.

  • latensi rata-rata: Waktu rata-rata untuk mengeksekusi satu transaksi, diukur dalam milidetik (ms).

Skema tabel pengujian

Skema tabel default yang digunakan oleh sysbench adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE `sbtest8` (
  `id` int NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `k` int NOT NULL DEFAULT '0',
  `c` char(120) NOT NULL DEFAULT '',
  `pad` char(60) NOT NULL DEFAULT '',
  PRIMARY KEY (`id`),
  KEY `k_8` (`k`)
) ENGINE=InnoDB AUTO_INCREMENT=100001 DEFAULT CHARSET=utf8mb3

Prosedur

  1. Buat instans ApsaraDB RDS for MySQL. Untuk informasi selengkapnya, lihat Buat instans ApsaraDB RDS for MySQL.

  2. Buat database dan akun. Untuk informasi selengkapnya, lihat Buat database dan akun.

  3. Instal client MySQL pada instans ECS berbasis Linux Anda.

    • Untuk CentOS, jalankan sudo yum install mysql.

    • Untuk Ubuntu, jalankan sudo apt-get update lalu sudo apt install mysql-server.

  4. Terhubung ke instans ApsaraDB RDS for MySQL Anda dari command line:

    mysql -h<endpoint> -u<username> -P<port> -p<password>
    Catatan

    Untuk menemukan endpoint dan port instans Anda, lihat Lihat dan kelola endpoint serta port instans.

  5. Keluar dari database dan gunakan sysbench untuk menyiapkan serta memuat data pengujian.

    Catatan
    • Dalam pengujian ini, sysbench memuat 128 tabel, masing-masing berisi 100.000 baris. Skrip berikut menggunakan model pengujian oltp_read_write.

    • Kode contoh mengatur jumlah thread menjadi 16. Sesuaikan parameter --threads sesuai kebutuhan Anda, misalnya 1, 8, 16, 32, 64, 128, atau 256.

    sysbench --db-driver=mysql --mysql-host=[database server host] --mysql-port=[database server port] --mysql-user=[database user name] --mysql-password=[database user password] --mysql-db=testdb --table_size=1000000 --tables=128 --threads=16 --time=60 oltp_read_write prepare
  6. Jalankan pengujian benchmark.

    sysbench --db-driver=mysql --mysql-host=[database server host] --mysql-port=[database server port] --mysql-user=[database user name] --mysql-password=[database user password] --mysql-db=testdb --table_size=1000000 --tables=128 --threads=16 --time=60 oltp_read_write run
  7. Bersihkan data pengujian.

    sysbench --db-driver=mysql --mysql-host=[database server host] --mysql-port=[database server port] --mysql-user=[database user name] --mysql-password=[database user password] --mysql-db=testdb --table_size=1000000 --tables=128 --threads=16 --time=60  oltp_read_write cleanup

Skenario pengujian 1: Instans 4-core, 16 GB

Data pengujian

Kinerja berdasarkan model workload

image.png

image.png

Pemanfaatan CPU

image.png

Rangkuman data kinerja

image.png

image.png

image.png

Catatan

rds_ssd_4c16g_tde_off[3]: Instans ApsaraDB RDS for MySQL 4-core, 16 GB dengan TDE dinonaktifkan.

rds_ssd_4c16g_tde_on[2]: Instans ApsaraDB RDS for MySQL 4-core, 16 GB dengan TDE diaktifkan.

Skenario pengujian 2: Instans 8-core, 32 GB

Data pengujian

Kinerja berdasarkan model workload

image.png

image.png

image.png

Rangkuman data kinerja

image.png

image.png

image.png

Catatan

rds_ssd_8c32g_tde_off[11]: Instans ApsaraDB RDS for MySQL 8-core, 32 GB dengan TDE dinonaktifkan.

rds_ssd_8c32g_tde_on[12]: Instans ApsaraDB RDS for MySQL 8-core, 32 GB dengan TDE diaktifkan.