Setiap shard dan ConfigServer dalam instans kluster sharded ApsaraDB for MongoDB memiliki tiga node secara default. Saat terjadi kegagalan node, sistem secara otomatis memicu alih bencana primary/secondary. Anda juga dapat memicu alih bencana primary/secondary secara manual pada ApsaraDB for MongoDB untuk latihan pemulihan bencana.
Catatan penggunaan
-
Alih bencana primary/secondary pada ApsaraDB for MongoDB hanya didukung untuk instans replica set dan instans kluster sharded, tidak untuk instans mandiri.
-
Untuk instans kluster sharded, shard atau ConfigServer yang menjalani alih bencana harus berada dalam status Running.
-
Alih bencana primary/secondary menyebabkan gangguan koneksi sementara hingga 30 detik. Lakukan operasi ini selama jam sepi dan pastikan aplikasi Anda memiliki mekanisme penghubungan ulang.
Prosedur
-
Buka halaman MongoDB Sharded Cluster Instances. Di bagian atas halaman, pilih kelompok sumber daya dan wilayah, lalu klik ID instans target.
-
Di panel navigasi sebelah kiri, klik Service Availability.
-
Klik Switch Role di sebelah kanan komponen shard atau ConfigServer target.
Di panel Switch Role, pilih dua Roles yang akan dialihkan, lalu pilih opsi untuk Effective Time.
Effective Immediately: Alih bencana dilakukan segera.
Effective Within Maintenance Window: Alih bencana dilakukan selama jendela pemeliharaan yang ditentukan. Anda dapat menggunakan jendela pemeliharaan saat ini atau memilih jendela baru dari daftar drop-down Change Maintenance Window.
-
Klik OK.
Status instans berubah menjadi Switching Role. Alih bencana selesai ketika status kembali menjadi Running.
CatatanAlih bencana memerlukan waktu sekitar satu menit.
-
Opsional: Untuk melakukan alih bencana pada komponen shard atau ConfigServer lain dalam instans kluster sharded ApsaraDB for MongoDB, ulangi langkah-langkah ini.
Topik terkait
Mengapa Sistem Ketersediaan Tinggi Memicu Failover Primer/Sekunder?
Referensi API
API | Deskripsi |
Mengalihkan node primary dan secondary pada instans ApsaraDB for MongoDB. |