Jaringan Lingjun mencakup komponen dasar seperti blok CIDR Lingjun, instans koneksi Lingjun, dan hub Lingjun. Anda dapat membuat blok CIDR Lingjun dan subnet Lingjun sesuai kebutuhan bisnis. Deploy node Lingjun di subnet Lingjun untuk menghubungkannya ke Cloud Enterprise Network (CEN) atau VPC melalui instans koneksi Lingjun. Hub Lingjun digunakan untuk menghubungkan berbagai blok CIDR Lingjun serta menghubungkan blok CIDR Lingjun ke instans koneksi Lingjun.
Catatan: Dokumen ini hanya berlaku untuk tipe instans node yang memerlukan konfigurasi instans koneksi Lingjun saat membuat kluster.
Arsitektur jaringan
Dokumen ini mencakup komponen berikut:
Blok CIDR Lingjun: ruang jaringan pribadi dari jaringan Lingjun, digunakan untuk merencanakan rentang alamat IP secara keseluruhan.
Subnet Lingjun: subnet dalam blok CIDR Lingjun, digunakan untuk deploy dan menghubungkan node Lingjun.
Instans koneksi Lingjun: menghubungkan node Lingjun ke Cloud Enterprise Network (CEN) dan jaringan VPC.
Hub Lingjun: menghubungkan berbagai blok CIDR Lingjun, atau menghubungkan blok CIDR Lingjun ke instans koneksi Lingjun.
Network interface controllers (NIC) Lingjun: antarmuka jaringan pada node Lingjun untuk komunikasi antar-node.
CEN: Memungkinkan komunikasi jaringan pribadi antar-VPC serta antara VPC dan pusat data on-premises.
Berapa banyak blok CIDR Lingjun yang harus digunakan?
Skenario 1: Diperlukan komunikasi RDMA
Jika komunikasi RDMA diperlukan antar-node, node tersebut harus dideploy dalam blok CIDR Lingjun yang sama. RDMA tidak mendukung komunikasi lintas blok CIDR Lingjun.
Skenario 2: Tidak diperlukan komunikasi RDMA
Jika RDMA tidak terlibat, tentukan apakah diperlukan isolasi jaringan:
Tidak ada kebutuhan isolasi: Kami merekomendasikan hanya menggunakan satu blok CIDR Lingjun agar manajemen lebih sederhana.
Diperlukan isolasi: Misalnya, untuk memisahkan lingkungan produksi dari lingkungan pengujian, kami merekomendasikan penggunaan beberapa blok CIDR Lingjun.
Saat menggunakan beberapa blok CIDR Lingjun, perhatikan hal berikut:
Beberapa kluster dapat dideploy dalam satu blok CIDR Lingjun.
Satu kluster Lingjun hanya dapat dideploy dalam satu blok CIDR Lingjun.
Node dalam blok CIDR Lingjun yang berbeda tidak dapat membentuk kluster yang sama melalui RDMA.
Rencanakan blok CIDR terlebih dahulu untuk menghindari konflik alamat.
Untuk mengaktifkan komunikasi antar-blok CIDR yang berbeda, konfigurasikan kebijakan perutean melalui Hub Lingjun.
Berapa banyak subnet Lingjun yang harus digunakan?
Rencanakan subnet Lingjun berdasarkan jumlah network interface card (NIC). Disarankan untuk menghubungkan beberapa NIC pada node Lingjun yang sama ke subnet yang berbeda. Jika terlalu banyak NIC Lingjun terhubung ke satu subnet, akan terdapat terlalu banyak entri ARP pada node, yang dapat memengaruhi stabilitas komunikasi RDMA dan, dalam kasus kritis, menyebabkan gangguan pekerjaan pelatihan.
Contoh: Jika sebuah node Lingjun memiliki 5 NIC Lingjun, disarankan untuk membuat 5 subnet Lingjun di bawah blok CIDR Lingjun yang sesuai, dengan masing-masing NIC terhubung ke subnet yang berbeda.
Latensi komunikasi dan throughput antar-subnet Lingjun yang berbeda dalam zona yang sama pada blok CIDR Lingjun yang sama setara dengan yang berada dalam satu subnet.
Bagaimana cara menentukan blok CIDR?
Saat membuat VPD Lingjun dan subnet Lingjun, Anda harus menentukan blok CIDR pribadi untuk jaringan Lingjun Anda dalam format blok CIDR.
Perencanaan Lingjun VPD
Anda dapat menggunakan blok CIDR apa pun beserta subnet-nya sebagai blok CIDR VPD Lingjun, kecuali 100.64.0.0/10, 224.0.0.0/4, 127.0.0.0/8, dan 169.254.0.0/16.
Anda harus merencanakan VPD Lingjun terlebih dahulu. VPD Lingjun tidak boleh bentrok dengan blok CIDR jaringan lain yang akan dihubungkan oleh kluster Lingjun, seperti blok CIDR VPC atau pusat data.
Jumlah alamat IP yang tersedia dalam VPD Lingjun menentukan jumlah maksimum node yang dapat dideploy dalam kluster Lingjun. Anda harus menyiapkan blok CIDR dengan panjang masker subnet lebih dari 22 bit untuk mencegah kluster tidak dapat diskalakan.
Perencanaan Subnet Lingjun
Blok CIDR subnet Lingjun harus merupakan subset dari blok CIDR Lingjun tempat subnet tersebut berada. Misalnya, jika blok CIDR Lingjun adalah 192.168.0.0/16, maka blok CIDR subnet Lingjun di bawah blok CIDR tersebut dapat berkisar dari 192.168.0.0/17 hingga 192.168.0.0/29.
Panjang masker subnet Lingjun disarankan tidak kurang dari 23 (artinya satu subnet Lingjun berisi tidak lebih dari 512 alamat IP), untuk menghindari terlalu banyak entri ARP dalam proses resolusi alamat pada node Lingjun, yang dapat menyebabkan kehabisan sumber daya pada node Lingjun.
Saat merencanakan blok CIDR subnet Lingjun, pertimbangkan juga jumlah alamat IP yang dibutuhkan oleh node Lingjun dalam subnet tersebut.