全部产品
Search
文档中心

Edge Security Acceleration:Memulai kebijakan cache

更新时间:Jan 17, 2026

Edge Security Acceleration (ESA) meningkatkan performa situs web Anda dengan melakukan caching resource statis pada jaringan terdistribusi titik kehadiran (POPs). Hal ini mengurangi permintaan ke server origin, menurunkan latensi, dan memungkinkan penyesuaian kebijakan caching secara dinamis sesuai kebutuhan bisnis.

Manfaat caching

  • ESA meningkatkan tingkat hit cache melalui kebijakan seperti mengabaikan atau mengurutkan parameter query string. Ini memastikan permintaan untuk konten identik dilayani dari cache, sehingga mengurangi permintaan redundan ke origin.

  • Anda dapat menyesuaikan kebijakan cache secara dinamis untuk berbagai skenario, seperti melewati cache saat debugging atau rilis canary.

  • Lebih sedikit permintaan ke server origin menurunkan latensi, meningkatkan pengalaman pengguna, serta mengurangi beban pada server origin, yang pada gilirannya meningkatkan stabilitas dan performanya.

Aturan default dan mode pengembangan

Aturan cache default secara otomatis melakukan caching resource statis, seperti gambar dan file CSS/JS, pada POPs. Hal ini mengurangi tekanan pada server origin dan meningkatkan kecepatan akses. Mode pengembangan memungkinkan Anda sementara melewati komponen cache untuk mengakses server origin secara langsung. Fitur ini berguna untuk debugging atau rilis canary.

  • Aktifkan development mode: Lewati komponen cache untuk mengakses server origin secara langsung. Fitur ini berguna untuk rilis canary atau debugging.

    Catatan

    Mengaktifkan fitur ini dapat meningkatkan lalu lintas kembali ke asal secara signifikan. Nonaktifkan development mode setelah selesai debugging.

  • Default cache rules: ESA secara otomatis melakukan caching resource statis, seperti gambar dan file CSS/JS, pada POPs tepi untuk memprioritaskan permintaan pengguna.

Atur TTL cache

Konfigurasikan Waktu hidup (TTL) cache browser dan edge untuk meningkatkan kecepatan akses serta menghemat sumber daya server. Hal ini mendukung manajemen dan optimasi jaringan yang lebih efisien.

  • Browser cache TTL: Secara default, TTL mengikuti header Cache-Control dari server origin. Anda dapat mengganti pengaturan ini. Misalnya, atur TTL untuk resource statis menjadi 30 hari. Konfigurasikan TTL yang lebih pendek untuk resource yang sering diperbarui. Untuk data dingin (data yang jarang diakses) yang jarang berubah, konfigurasikan TTL yang lebih panjang.

  • Edge cache TTL: Konfigurasikan TTL berdasarkan direktori (seperti /images/*) atau ekstensi file (seperti .jpg,.css). Untuk resource yang sering diperbarui, atur TTL menjadi 3600 detik. Untuk resource yang jarang diakses, atur TTL menjadi 86400 detik.

Tingkatkan rasio hit cache

Anda dapat meningkatkan rasio hit cache dengan mengabaikan atau mengurutkan query string. Mengabaikan query string memperlakukan permintaan dengan parameter query berbeda sebagai resource yang sama untuk caching. Mengurutkan query string memperlakukan permintaan dengan parameter dalam urutan berbeda sebagai resource yang sama setelah diurutkan.

  • Abaikan query string: Aktifkan fitur query string untuk melakukan caching permintaan yang memiliki URL sama tetapi bagian ?param=value berbeda sebagai satu resource. Misalnya, example.com/index.html?v=1.0 dan example.com/index.html?v=2.0 diperlakukan sebagai resource yang sama.

  • Urutkan query string: Aktifkan fitur query string sorting. Sistem kemudian memperlakukan permintaan dengan parameter yang sama namun dalam urutan berbeda sebagai kunci cache yang sama. Misalnya, /api?a=1&b=2 dan /api?b=2&a=1 diperlakukan sebagai kunci cache yang sama.

Fitur lanjutan

ESA menyediakan tiered cache dan cache reserve untuk membantu Anda mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan pengalaman pengguna, menurunkan biaya, serta mengurangi tekanan bandwidth pada server origin.

Tiered cache: Tiered cache adalah teknik optimasi performa lanjutan. ESA melakukan caching resource origin pada node tiered cache di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan data dilayani dari POP terdekat dengan pengguna, sehingga meningkatkan performa dan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Cache reserve: Saat diaktifkan, ESA mengarahkan permintaan origin untuk traffic dingin (permintaan yang jarang diakses) ke instans cache reserve tertentu. Hal ini mencegah resource sering dihapus karena popularitas rendah. Fitur ini cocok untuk resource yang jarang diakses namun memerlukan penyimpanan jangka panjang. POP cache reserve menyediakan disk space khusus untuk memastikan file di-cache selama waktu yang ditentukan. Hal ini menghindari biaya egress traffic yang tidak perlu dari server origin dan mengurangi tekanan bandwidth pada server origin.