Aturan origin memungkinkan Anda menentukan host origin, port origin, protokol origin, Server Name Indication (SNI), rekaman Domain Name System (DNS), serta segmen byte-range yang berbeda untuk permintaan pengguna berdasarkan fitur tertentu.
Ikhtisar fitur
Anda dapat mengonfigurasi aturan origin untuk permintaan pengguna tertentu sebagai berikut:
Konfigurasi | Deskripsi |
Saat Edge Security Acceleration (ESA) meminta resource dari server origin, header permintaan Host default ditentukan oleh tipe server origin. Jika diperlukan, Anda dapat memodifikasi header permintaan Host origin untuk memastikan permintaan diarahkan dengan benar ke server origin. | |
Secara default, Titik kehadiran (POP) Edge Security Acceleration (ESA) mengambil konten dari server origin menggunakan protokol yang sama dengan client. Anda dapat membuat aturan origin untuk mengonfigurasi protokol dan port yang berbeda, serta menerapkan aturan tersebut pada permintaan origin yang memiliki karakteristik berbeda. | |
Jika beberapa nama domain terikat ke alamat IP origin yang sama, Anda harus menentukan nama domain yang akan diakses (origin SNI) ketika Titik kehadiran (POP) mengakses server origin melalui HTTPS. Server origin kemudian mengembalikan sertifikat SSL untuk nama domain yang sesuai berdasarkan SNI guna memastikan pengambilan asal berhasil. | |
Jika Anda menentukan Uniform Resource Identifier (URI) tetapi resource yang diminta disimpan di server origin yang berbeda, Anda dapat membuat aturan Domain Name System (DNS) untuk mengganti rekaman DNS yang diselesaikan dari hostname dalam permintaan. Hal ini memastikan permintaan diarahkan ke server yang tepat untuk mendapatkan resource yang diinginkan. | |
Dengan pembagian rentang, sebuah node Edge Security Acceleration (ESA) menyertakan informasi Range dalam permintaan HTTP kembali-ke-asal. Saat server origin menerima permintaan tersebut, server mengembalikan konten untuk rentang yang ditentukan ke node ESA berdasarkan informasi Range dalam header permintaan HTTP. Fitur ini meningkatkan efisiensi distribusi file, meningkatkan rasio hit cache, mengurangi lalu lintas kembali ke asal dan beban pada server origin, serta mempercepat respons resource. | |
Menetapkan periode timeout yang sesuai untuk permintaan HTTP ke server origin meningkatkan efisiensi respons. Jika periode timeout terlalu singkat, fluktuasi jaringan dapat menyebabkan kegagalan pengambilan dari origin secara berulang. Jika terlalu lama, hal ini dapat mengikat terlalu banyak koneksi saat origin kelebihan beban atau tidak merespons, sehingga mengganggu penanganan permintaan reguler. | |
Fitur pengikutan redirect 301/302 mendukung kode status HTTP 301 dan 302 dari server origin. Titik kehadiran (POP) Edge Security Acceleration (ESA) menangani kode status tersebut atas nama pengguna, sehingga mengurangi interaksi data dan mempercepat pengambilan resource. |
Ketersediaan
Fitur | Entrance | Pro | Premium | Enterprise |
Jumlah aturan | 10 | 25 | 50 | 125 |