All Products
Search
Document Center

Edge Security Acceleration:Menyesuaikan Host origin

Last Updated:Dec 09, 2025

Saat Edge Security Acceleration (ESA) meminta sumber daya dari server origin, header permintaan Host default ditentukan oleh jenis server origin. Jika diperlukan, Anda dapat mengubah header permintaan Host origin untuk memastikan permintaan diarahkan dengan benar ke server origin.

Penting
  • Server origin Anda harus mendukung pencocokan berbagai situs virtual menggunakan header permintaan Host. Jika tidak, fitur ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

  • Parameter Host origin yang dikonfigurasi dalam aturan origin memiliki prioritas lebih tinggi daripada yang ditetapkan di Kelola Catatan DNS. Jika parameter dikonfigurasi di kedua lokasi tersebut, nilai dari aturan origin yang digunakan.

Konsep terkait

Host Asal Bawaan ESA

Header permintaan Host menentukan nama domain dari server yang diminta. Saat titik kehadiran (POP) ESA meminta sumber daya dari server origin, Host default ditentukan oleh aturan berikut:

  • Jika Record Value berupa Alamat IPv4, Alamat IPv6, nama domain, Server Load Balancer, atau origin pool: Pengaturan default untuk Origin Host adalah Match Requested Domain Name. Artinya, Host dari permintaan klien digunakan sebagai Host origin.

  • Jika Record Value berupa OSS/S3 Compatible: Pengaturan default untuk Origin Host adalah Match Origin's Domain Name. Artinya, nama domain server origin digunakan sebagai Host origin.

Server origin menggunakan bidang Host dalam permintaan asal untuk mengembalikan sumber daya situs yang sesuai, seperti www.example.com. Jika Anda memiliki beberapa situs yang dikonfigurasi pada server origin (misalnya, dalam skenario hosting virtual), server origin memvalidasi bidang Host untuk mengembalikan sumber daya yang benar.

Hosting virtual

Hosting virtual adalah teknik yang memungkinkan satu server web menghosting beberapa website. Server menggunakan nama domain atau hostname yang berbeda untuk membedakan antar website tersebut. Saat klien meminta nama domain atau hostname tertentu, server mengarahkan permintaan tersebut ke situs virtual yang sesuai untuk mengirimkan konten yang benar.

Buat aturan Host origin

  1. Di Konsol ESA, pilih Websites, lalu klik situs target di kolom Website.

  2. Di panel navigasi sebelah kiri, pilih Rules > Origin Rules.image

  3. Klik Create Rule dan masukkan Rule Name.

  4. Pada bagian If requests match..., konfigurasikan kondisi permintaan. Untuk informasi selengkapnya tentang cara mengonfigurasi aturan, lihat Components of a rule expression.

  5. Pada bagian Origin Host, klik Configure. Tentukan Host origin lalu klik OK.

    image

Contoh: Konfigurasi situs virtual

Contoh ini menunjukkan cara mengonfigurasi situs virtual menggunakan Nginx. Di file konfigurasi Nginx, Anda dapat menyiapkan beberapa situs virtual dalam blok server, seperti www.example.org, www.example.net, dan www.example.com.

server {
    listen      80;
    server_name example.org www.example.org;
    ...
}

server {
    listen      80;
    server_name example.net www.example.net;
    ...
}

server {
    listen      80;
    server_name example.com www.example.com;
    ...
}

Nginx pertama-tama memeriksa bidang Host dalam header permintaan HTTP untuk menentukan situs virtual mana yang akan menerima permintaan tersebut. Jika tidak ditemukan kecocokan, Nginx menggunakan situs virtual default. Jika tidak ada situs default yang dikonfigurasi, blok server pertama digunakan sebagai default. Untuk mengarahkan setiap permintaan ke situs virtual yang sesuai, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Di Konsol ESA, pilih Websites, lalu klik situs target di kolom Website.

  2. Di panel navigasi sebelah kiri, pilih Rules > Origin Rules. Di halaman Origin Rules, klik Create Rule.

  3. Di halaman konfigurasi, atur parameter dan klik OK:

    • Rule Name: Masukkan nama aturan, misalnya rule-virtual-com.

    • If requests match...: Konfigurasikan kondisi aturan. Misalnya, pilih Full URI dan starts with, lalu masukkan http://www.example.com.

    • Then execute...: Pada bagian Origin Host, klik Configure dan masukkan alamat situs virtual yang sesuai, seperti www.example.com.

      image

  4. Ulangi langkah sebelumnya untuk membuat dua aturan lagi: rule-virtual-org dan rule-virtual-net.

    image

    image

Referensi

Fitur terkait aturan memiliki variasi dalam execution priorityrule behavior, dan configuration scope. Untuk informasi selengkapnya, lihat How ESA rules take effect.