All Products
Search
Document Center

Cloud Firewall:Pencegahan Kerentanan

Last Updated:Sep 12, 2026

Laman Pencegahan Kerentanan menampilkan kerentanan berbasis jaringan yang dapat dieksploitasi dan secara otomatis terdeteksi oleh Security Center, lalu disinkronkan ke Cloud Firewall. Fitur ini membantu melindungi aset Anda dari serangan yang menargetkan kerentanan tersebut. Anda dapat mengaktifkan Cloud Firewall dan mengonfigurasi aturan intrusion prevention (IPS) untuk mencegah eksploitasi serta melindungi aset dari kompromi. Topik ini menjelaskan jenis kerentanan yang didukung oleh Cloud Firewall dan cara menggunakan fitur Pencegahan Kerentanan.

Jenis kerentanan yang didukung

Penting
  • Cloud Firewall hanya menyinkronkan kerentanan yang terdeteksi melalui pemindaian jaringan. Untuk daftar lengkap jenis kerentanan yang didukung, lihat konsol.

  • Jika suatu aset tidak memiliki kerentanan atau belum diserang, Cloud Firewall tidak akan menampilkan data perlindungan kerentanan untuk aset tersebut.

Cloud Firewall menyinkronkan berbagai jenis kerentanan yang terdeteksi oleh Security Center dan menampilkannya pada laman Pencegahan Kerentanan. Jika aset yang dilindungi rentan terhadap suatu kerentanan, Cloud Firewall dapat menganalisis perilaku eksploitasi dalam traffic serangan dan menerapkan tindakan perlindungan.

Jika Anda menggunakan Edisi Perusahaan atau Edisi Ultimate Cloud Firewall, Anda dapat melihat kerentanan yang dapat dilindungi oleh Cloud Firewall di bagian Protect > IPS Configuration > Virtual Patching. Untuk informasi selengkapnya, lihat Konfigurasi IPS.

Batasan

  • Fitur Pencegahan Kerentanan tersedia untuk edisi bayar sesuai penggunaan dan langganan Cloud Firewall, tetapi tidak tersedia di Free Edition.

  • Fitur Pencegahan Kerentanan mendukung pendeteksian kerentanan secara otomatis, namun tidak mendukung pendeteksian manual.

    Catatan

    Jika Anda perlu melakukan pemindaian kerentanan secara manual dan real time, buka laman Vulnerabilities di Konsol Security Center. Untuk informasi selengkapnya, lihat Pemindaian kerentanan.

  • Untuk instans Server Load Balancer (SLB) di jaringan klasik, hanya pemblokiran berbasis intelijen ancaman yang didukung.

  • Modul intrusion prevention system (IPS) Cloud Firewall tidak dapat memeriksa traffic yang dienkripsi dengan TLS atau SSL, sehingga tidak dapat mendeteksi atau melindungi dari ancaman dalam jenis traffic tersebut.

Prasyarat

Pada laman Protect > IPS Configuration, atur Threat Engine Mode ke Block Mode.

Catatan

Jika Threat Engine Mode tidak diatur ke Block Mode, status perlindungan untuk semua kerentanan pada laman Vulnerability Prevention akan menjadi Alert Only. Artinya, Cloud Firewall hanya menghasilkan alert dan log untuk serangan yang mengeksploitasi kerentanan tersebut, tetapi tidak memblokirnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang mode threat engine, lihat Threat Engine Mode.

Prosedur

  1. Masuk ke Konsol Cloud Firewall.

  2. Di panel navigasi sebelah kiri, pilih Detection & Response > Incidents > Vulnerability Prevention.

  3. Pada laman Vulnerability Prevention, tinjau hasil pendeteksian serangan kerentanan terhadap aset Anda.

    Laman Vulnerability Prevention menampilkan hasil deteksi kerentanan untuk periode hari terakhir, 7 hari terakhir, atau bulan terakhir.

    Bagian atas laman menampilkan tiga panel statistik: At-risk Assets Protected, Vulnerabilities Protected, dan Vulnerability Attacks Protected. Di bawah panel tersebut, Anda dapat memfilter daftar berdasarkan Vulnerability Category, Attack Type, Risk Level, dan Protection Status, atau menggunakan pemilih tanggal dan kotak pencarian. Tabel menampilkan catatan serangan dengan kolom Attack Risk Level, Attack Time, Vulnerability Name/CVE ID/Attack Type, Number of Vulnerable Assets, Number of Attacks, Protection Status, dan Actions.

    • Arahkan kursor ke ikon 影响资产图标 pada kolom Internet ECS with Vulnerabilities untuk melihat alamat IP server yang terdampak. Klik angka pada kolom Number of Vulnerable Assets untuk melihat informasi tentang aset yang terdampak, seperti nama/ID instans, alamat IP, dan jenis aset, dalam panel pop-up. Pada kolom Actions, klik Enable Protection untuk mulai memblokir serangan terhadap kerentanan yang berstatus Alert Only, atau klik Details untuk melihat informasi detail tentang serangan tersebut.

    • Attacks: Jumlah kali aset Anda diserang dengan mengeksploitasi kerentanan tersebut.

    • Protection Status: Menunjukkan cara Cloud Firewall menangani serangan yang mengeksploitasi kerentanan. Status perlindungan berikut didukung:

      Blocked: Cloud Firewall memblokir serangan yang mengeksploitasi kerentanan.

      Alert Only: Cloud Firewall menghasilkan alert untuk serangan yang mengeksploitasi kerentanan, tetapi tidak memblokirnya.

      Partial Protection: Cloud Firewall melindungi sebagian, tetapi tidak semua, server yang terdampak oleh kerentanan tersebut.

    • Details: Klik Details untuk membuka laman Vulnerability and Protection Details dan melihat informasi detail, termasuk nama kerentanan, tingkat risiko, CVE ID, dan aset yang terdampak.

  4. Pada laman Vulnerability Prevention, temukan kerentanan dengan status Alert Only dan klik Enable Protection pada kolom Actions.

    Mengklik Enable Protection memiliki dua kemungkinan hasil. Jika Internet Border Firewall belum diaktifkan untuk server yang terdampak, tindakan ini akan mengaktifkannya. Jika firewall sudah diaktifkan, tindakan ini akan mengubah Threat Engine Mode menjadi Block Mode pada laman IPS Configuration. Pembaruan status mungkin memerlukan waktu 1 hingga 2 menit untuk selesai.

    Catatan

    Setelah Anda mengaktifkan perlindungan kerentanan, kebijakan kontrol akses yang ada tetap berlaku pada aset yang firewall-nya baru diaktifkan. Anda harus membuat kebijakan pada tab Inbound di laman Internet Firewall untuk mengizinkan traffic pada port publik yang diperlukan oleh aset tersebut.

Dokumen terkait