All Products
Search
Document Center

Server Load Balancer:Enkripsi HTTPS end-to-end

Last Updated:Jul 08, 2026

Topik ini menjelaskan cara menggunakan Application Load Balancer (ALB) untuk mengonfigurasi enkripsi HTTPS end-to-end.

Kasus penggunaan

Seiring semakin banyak bisnis yang memindahkan operasinya ke cloud, keamanan aplikasi menjadi semakin penting. Industri seperti keuangan dan pemerintahan sering kali memiliki persyaratan ketat terkait enkripsi end-to-end, yang mengharuskan load balancer untuk mengamankan lalu lintas tidak hanya dari klien ke load balancer (frontend), tetapi juga dari load balancer ke server backend (backend).

ALB menyediakan enkripsi HTTPS end-to-end yang mengamankan lalu lintas dari klien hingga ke server backend, sehingga meningkatkan keamanan aplikasi sensitif Anda.

全链路HTTPS加密

Konfigurasi enkripsi HTTPS end-to-end

  1. Masuk ke ALB console.

  2. Pada bilah navigasi atas, pilih wilayah tempat instance ALB Anda dideploy.

  3. Pada panel navigasi kiri, pilih ALB > Server Groups.

  4. Pada halaman Server Groups, klik Create Server Group. Konfigurasikan parameter sesuai tabel berikut, biarkan sisanya pada nilai default, lalu klik Create.

    Parameter

    Deskripsi

    Server Group Type

    Pilih tipe server group. Pada contoh ini, Server dipilih.

    Server Group Name

    Masukkan nama untuk server group.

    VPC Resource Group

    Pilih resource group tempat VPC berada.

    VPC

    Pilih VPC tempat instans ALB dideploy.

    Backend Protocol

    Pilih protokol backend. Pada contoh ini, HTTPS dipilih.

    Scheduling Algorithm

    Pilih algoritma penjadwalan. Pada contoh ini, nilai default, Weighted Round-robin, digunakan.

    Resource Group

    Pilih resource group tempat server group berada.

    IP Version

    Pengaturan default adalah IPv4. Jika IPv6 diaktifkan untuk VPC Anda, Anda dapat memilih IPv4/IPv6 dual-stack.

    • Jika Anda memilih IPv4, Anda hanya dapat menambahkan server backend IPv4 ke server group.

    • Jika Anda memilih IPv4/IPv6 dual-stack, Anda dapat menambahkan server backend IPv4 maupun IPv6 ke server group.

    Session Persistence

    Jika diaktifkan, ALB meneruskan permintaan dari client yang sama ke server backend yang sama. Jika dinonaktifkan, ALB mendistribusikan permintaan ke berbagai server backend. Fitur ini dinonaktifkan secara default, yang merupakan pengaturan yang digunakan dalam contoh ini.

    Backend Persistent Connection

    Jika diaktifkan, ALB mempertahankan koneksi TCP persisten dengan server backend. Hal ini mengurangi handshake TCP dan beban server. Fitur ini diaktifkan secara default.

    Health Check

    Contoh ini menggunakan pengaturan default, yaitu health check diaktifkan.

    Health Check Settings

    Pengaturan default digunakan dalam contoh ini. Untuk informasi selengkapnya, lihat Create and manage server groups.

  5. Pada halaman Server Groups, temukan server group yang telah Anda buat dan klik Modify Backend Server pada kolom Actions.

  6. Pada tab Backend Servers, klik Add Backend Server.

  7. Pada panel Add Backend Server, pilih tipe server backend, pilih server yang akan ditambahkan, lalu klik Next.

  8. Atur port server ke 443, gunakan bobot default, lalu klik OK.

  9. Buat listener HTTPS. Untuk informasi selengkapnya, lihat Add an HTTPS listener.

    Catatan

    Pada wizard Server Group, pilih server group yang baru saja Anda buat.