Serverless App Engine (SAE) menghilangkan beban infrastruktur dalam menjalankan layanan mikro berskala besar—tanpa perlu mengelola kluster Kubernetes, menyediakan kapasitas di awal, atau merakit pipeline CI/CD dari nol.
Temukan skenario yang sesuai dengan situasi Anda:
| Situasi | Skenario |
|---|---|
| Migrasi aplikasi Spring Cloud atau Dubbo ke cloud | Hosting aplikasi |
| Menangani lonjakan traffic tanpa over-provisioning resource | Auto scaling |
| Mengotomatiskan alur dari commit kode hingga penerapan ke produksi | Integrasi dan delivery berkelanjutan |
Hosting aplikasi
Menjalankan layanan mikro di lingkungan produksi berarti mengelola paket WAR, paket JAR, atau image Docker di berbagai layanan—ditambah infrastruktur yang mendasarinya. SAE menangani penjadwalan sumber daya dasar, tata kelola layanan mikro, rilis canary, dan pemantauan sehingga tim Anda dapat fokus pada kode aplikasi, bukan pada platform.
Tidak ada infrastruktur yang perlu dikelola. SAE menghilangkan kebutuhan untuk mengoperasikan komponen IaaS, Kubernetes, APM, atau registry mandiri seperti ZooKeeper, Eureka, Consul, atau SkyWalking.
Upaya migrasi rendah. Aplikasi Spring Cloud dan Dubbo dapat dipindahkan ke SAE tanpa perubahan kode signifikan. Simpan artefak aplikasi di repositori image Alibaba Cloud dan lakukan iterasi pada setiap layanan mikro secara independen.
Kemampuan layanan mikro lengkap, siap pakai. SAE menyediakan pembuatan image otomatis, rilis canary bawaan, pembatasan kecepatan trafik, isolasi lingkungan, pemantauan dan diagnostik aplikasi, serta pengelolaan izin—tanpa perlu perakitan tambahan.

Auto scaling
Lonjakan trafik sering terjadi tanpa peringatan—ritel baru, e-commerce, pendidikan daring, dan hiburan interaktif semuanya dapat membebani sistem yang dirancang untuk beban rata-rata. Menyediakan kapasitas yang cukup untuk menyerap setiap puncak sangat mahal; sebaliknya, kekurangan kapasitas saat lonjakan terjadi akan melanggar SLA Anda.
SAE mengatasi tantangan ini dengan menggabungkan auto scaling detail halus, pengendalian trafik, dan perlindungan ketersediaan tinggi:
SLA terjamin selama jam sibuk. Skalabilitas elastis SAE, dikombinasikan dengan kemampuan pembatasan kecepatan dan degradasi dari Application High Availability Service (AHAS), menyerap lonjakan trafik dan mencegah kegagalan sistem.
Skalasi dalam hitungan detik, kurangi biaya perangkat keras. Berbagai kebijakan auto scaling memungkinkan Anda memperluas kapasitas dengan cepat saat puncak beban dan menguranginya selama periode sepi. Anda tidak perlu menjaga mesin tetap aktif untuk menangani beban puncak dalam jangka panjang.
Diagnosis cepat saat terjadi masalah. SAE terintegrasi dengan Application Real-Time Monitoring Service (ARMS) untuk menampilkan pernyataan SQL lambat, metode lambat, dan tumpukan panggilan metode dalam dasbor visual. Konfigurasikan notifikasi dan selesaikan masalah secara daring.

Integrasi dan delivery berkelanjutan
Alur kerja penerapan tradisional cenderung lambat: perubahan kode tertahan dalam antrean tinjauan, lingkungan build berbeda dari produksi, dan skrip deployment rusak antarlingkungan. SAE mengotomatiskan seluruh alur mulai dari commit kode hingga aplikasi berjalan.
Hubungkan SAE dengan alat yang sudah digunakan tim Anda:
Alibaba Cloud DevOps dan Jenkins untuk pipeline otomatis mulai dari pembaruan kode, kompilasi, pembuatan image, hingga penerapan.
Plugin Cloud Toolkit untuk mendorong aplikasi on-premises ke cloud hanya dalam beberapa klik, dengan dukungan bawaan untuk remote debugging.
Kode sumber dan Container Registry untuk penerapan berbasis artefak yang fleksibel.
Job SAE untuk melepaskan resource komputasi segera setelah setiap pekerjaan selesai.
Hasilnya adalah proses delivery berkelanjutan yang menggantikan iterasi manual yang lambat dengan penerapan otomatis yang dapat diulang.
