Untuk membedakan antara lingkungan pengembangan, pengujian, dan produksi aplikasi Anda, buat namespace terpisah untuk masing-masing lingkungan. Aplikasi dalam namespace yang sama dapat berkomunikasi satu sama lain melalui jaringan internal, sedangkan aplikasi di namespace berbeda terisolasi satu sama lain.
Solution overview
Topik ini menjelaskan cara membuat tiga namespace: dev, test, dan prod untuk lingkungan pengembangan, pengujian, dan produksi, secara berturut-turut. Setelah men-deploy aplikasi ke salah satu namespace, Anda dapat menyalinnya ke namespace lain dan menyesuaikan konfigurasinya sesuai kebutuhan. Anda juga dapat melakukan operasi batch pada aplikasi di lingkungan mana pun untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Procedure
1. Create namespaces
Masuk ke SAE console. Di bilah navigasi atas, pilih wilayah untuk aplikasi Anda. Topik ini menggunakan China (Hangzhou) sebagai contoh.
Anda dapat membuat beberapa namespace dalam wilayah yang sama. Pertama, buat namespace
dev. Di panel navigasi kiri, pilih , lalu klik Create Namespace. Atur Namespace Name dan Namespace ID menjadidev.Buat dan asosiasikan VPC dengan namespace
dev. Klik Create VPC untuk membuka VPC Management Console. Pastikan Region VPC sesuai dengan wilayah aplikasi Anda dan atur Name menjadidev-vpc. Konfigurasikan Blok CIDR VPC sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Create and manage a VPC.VPC adalah jaringan pribadi tempat aplikasi Anda berjalan. Satu namespace hanya dapat diasosiasikan dengan satu VPC, sehingga semua aplikasi dari namespace tersebut ditempatkan dalam jaringan yang sama.
Aplikasi harus di-deploy di vSwitch. Buat dua vSwitch di zona berbeda dalam
dev-vpcuntuk meningkatkan ketersediaan aplikasi. Sesuaikan Name, Zone, dan IPv4 CIDR Block vSwitch. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Create and manage a vSwitch. Lalu, klik + Add untuk mengonfigurasi vSwitch kedua, kemudian klik OK.vSwitch dalam VPC yang sama dapat berkomunikasi satu sama lain melalui jaringan internal.
Kembali ke SAE console. Di panel Create Namespace, pilih VPC yang telah Anda buat untuk bidang Virtual Private Cloud, lalu klik OK.
Anda kini telah berhasil membuat namespace dev. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk membuat namespace test dan prod.
Untuk memastikan aplikasi di namespace berbeda benar-benar terisolasi, Anda harus membuat dan mengasosiasikan VPC yang berbeda untuk setiap namespace. Jika tidak, aplikasi di namespace berbeda dapat berkomunikasi melalui jaringan internal, sehingga isolasi lingkungan tidak tercapai.
2. Deploy applications
Anda dapat terlebih dahulu men-deploy aplikasi ke namespace dev, lalu menyalinnya ke namespace test dan prod.
Di panel navigasi kiri, pilih Application Management > Applications. Pilih
devuntuk Namespace, lalu klik Create Application. Deploy aplikasi Anda ke namespacedevdengan menentukan VPC dan vSwitch yang telah Anda buat pada langkah sebelumnya. Untuk petunjuk lengkap, lihat Deploy an application.Di daftar Application List, pilih sebuah aplikasi, lalu klik Copy di kolom Actions. Pilih
testatauproduntuk Namespace agar aplikasi tersebut disalin ke namespace yang sesuai. Anda juga dapat menyesuaikan konfigurasi aplikasi agar memenuhi kebutuhan lingkungan yang berbeda.
3. Perform batch operations
Anda dapat melakukan operasi batch untuk menjalankan atau menghentikan aplikasi di lingkungan pengembangan, pengujian, atau produksi. Anda dapat melakukan operasi batch pada aplikasi secara manual atau membuat aturan start/stop terjadwal.