All Products
Search
Document Center

Platform For AI:混淆矩阵

Last Updated:Jun 21, 2026

Confusion matrix digunakan dalam Supervised Learning dan berkorespondensi dengan matriks pencocokan dalam Unsupervised Learning. Dalam evaluasi kinerja, confusion matrix membandingkan hasil klasifikasi dengan nilai aktual serta menampilkan akurasi klasifikasi dalam bentuk matriks. Topik ini menjelaskan cara mengonfigurasi komponen Confusion Matrix.

Batasan

Satu-satunya engine komputasi yang didukung adalah MaxCompute.

Konfigurasi komponen

Anda dapat mengonfigurasi komponen Confusion Matrix menggunakan salah satu metode berikut.

Metode 1: Gunakan UI

Konfigurasikan parameter komponen pada halaman pipeline di Machine Learning Designer.

Parameter

Deskripsi

Original Label Column

Mendukung tipe data numerik.

Prediction Result Label Column

Parameter ini wajib diisi jika Threshold tidak ditentukan.

Threshold

Sampel dianggap positif jika nilainya lebih besar daripada ambang batas ini.

Prediction Result Detail Column

Parameter ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan parameter Prediction Result Label Column. Parameter ini wajib diisi jika Threshold ditentukan.

Positive Sample Label

Parameter ini wajib diisi jika Threshold ditentukan.

Metode 2: Gunakan perintah PAI

Anda dapat menggunakan perintah PAI untuk mengonfigurasi parameter komponen. Perintah PAI dapat dijalankan melalui komponen SQL Script. Untuk informasi selengkapnya, lihat SQL script.

  • Threshold tidak ditentukan

    pai -name confusionmatrix -project algo_public
        -DinputTableName=wpbc_pred
        -DoutputTableName=wpbc_confu
        -DlabelColName=label
        -DpredictionColName=prediction_result;
  • Threshold ditentukan

    pai -name confusionmatrix -project algo_public
        -DinputTableName=wpbc_pred
        -DoutputTableName=wpbc_confu
        -DlabelColName=label
        -DpredictionDetailColName=prediction_detail
        -Dthreshold=0.8
        -DgoodValue=N;

Parameter

Wajib

Deskripsi

Default

inputTableName

Ya

Nama tabel input, yaitu tabel output dari komponen prediksi.

N/A

inputTablePartition

Tidak

Partisi tabel input.

Seluruh tabel

outputTableName

Ya

Nama tabel output untuk menyimpan confusion matrix.

N/A

labelColName

Ya

Nama kolom label asli.

N/A

predictionColName

Tidak

Nama kolom hasil prediksi. Parameter ini wajib diisi jika threshold tidak ditentukan.

N/A

predictionDetailColName

Tidak

Nama kolom detail hasil prediksi. Parameter ini wajib diisi jika threshold ditentukan.

N/A

threshold

Tidak

Ambang batas untuk mengklasifikasikan contoh positif.

0.5

goodValue

Tidak

Nilai label yang merepresentasikan hasil positif dalam klasifikasi biner. Parameter ini wajib diisi jika threshold ditentukan.

N/A

coreNum

Tidak

Jumlah core untuk komputasi.

Dialokasikan secara otomatis

memSizePerCore

Tidak

Jumlah memori untuk setiap core, dalam MB.

Dialokasikan secara otomatis

lifecycle

Tidak

Siklus hidup tabel output.

N/A

Contoh

  1. Gunakan client MaxCompute untuk membuat tabel bernama test_data dengan kolom berikut: id bigint, label string, prediction_result string. Untuk mempelajari cara menginstal dan mengonfigurasi client MaxCompute, lihat Connect by using a local client (odpscmd). Untuk membuat tabel, lihat Create a table.

  2. Impor data sampel berikut ke dalam tabel test_data. Untuk mempelajari cara mengimpor data, lihat Import data.

    id

    label

    prediction_result

    0

    A

    A

    1

    A

    B

    2

    A

    A

    3

    A

    A

    4

    B

    B

    5

    B

    B

    6

    B

    A

    7

    B

    B

    8

    B

    A

    9

    A

    A

  3. Buat pipeline dan jalankan komponennya. Untuk informasi selengkapnya, lihat Algorithm modeling.

    1. Pada daftar komponen di sisi kiri Machine Learning Designer, cari komponen Read Table dan Confusion Matrix, lalu seret ke kanvas.

    2. Hubungkan komponen-komponen tersebut untuk membuat pipeline.

    3. Konfigurasikan parameter komponen.

      • Klik komponen Read Table-1 pada kanvas. Pada tab Select Table di panel kanan, atur Table Name menjadi test_data.

      • Klik komponen Confusion Matrix-1 pada kanvas. Di panel kanan, konfigurasikan parameter seperti pada tabel berikut. Biarkan parameter lainnya pada nilai default-nya.

        Parameter

        Deskripsi

        Original Label Column

        Pilih kolom label.

        Prediction Result Label Column

        Masukkan prediction_result.

    4. Setelah mengonfigurasi parameter, klik tombol Run image untuk menjalankan pipeline.

  4. Saat pipeline selesai, klik kanan komponen Confusion Matrix-1 dan pilih Visual Analysis dari menu pintasan untuk melihat output.

    • Klik tab Confusion Matrix untuk melihat confusion matrix hasilnya.

      image

    • Klik tab Statistics untuk melihat statistik model.

      Statistik mencakup TruePositive, FalsePositive, Accuracy, Precision, Recall, dan F1 score. Sebagai contoh, untuk Model A, nilai metrik masing-masing adalah 4, 2, 0,7, 0,6667, 0,8, dan 0,7273. Untuk Model B, nilai metrik masing-masing adalah 3, 1, 0,7, 0,75, 0,6, dan 0,6667.

Topik Terkait

  • Untuk informasi selengkapnya tentang komponen dalam Machine Learning Designer, lihat Overview of Machine Learning Designer.

  • Machine Learning Designer menyediakan berbagai komponen algoritma. Anda dapat memilih komponen yang sesuai untuk pemrosesan data berdasarkan kasus penggunaan Anda. Untuk informasi selengkapnya, lihat Component Reference.