Topik ini menjelaskan cara ossfs 2.0 mendeteksi file dan folder dalam bucket Object Storage Service (OSS).
Perbedaan utama antara penyimpanan objek dan penyimpanan tradisional
Penyimpanan objek menggunakan ruang alamat datar untuk menyimpan data, berbeda dengan struktur folder hierarkis pada sistem file tradisional. Perbedaan utamanya adalah sebagai berikut:
Tidak ada asosiasi hierarkis: Bucket OSS tidak memiliki konsep file dan folder. Semua data disimpan sebagai objek.
Perbedaan dalam konvensi penamaan:
Sistem file tradisional: File bernama 'a' dan folder bernama 'a/' tidak dapat eksis secara bersamaan dalam folder yang sama.
Penyimpanan objek: 'a' dan 'a/' adalah dua objek independen. Keduanya dapat eksis berdampingan dan tidak memiliki asosiasi logis.
Mekanisme simulasi sistem file ossfs 2.0
Ketika Anda memasang bucket OSS menggunakan ossfs 2.0, ossfs mensimulasikan sistem file sebagai berikut.
Pembentukan pohon folder: Menggunakan garis miring maju (
/) sebagai pemisah path untuk membangun struktur folder virtual berdasarkan nama objek.Logika deteksi: Menginferensi tipe objek (file atau folder) dengan menganalisis pemisah
/dalam nama objek dan hubungan antar sub-objek.
Prinsip deteksi objek
Jika Anda menggunakan alat seperti ossfs 1.0 dan ossfs 2.0 atau produk seperti Cloud Storage Gateway (CSG) untuk memasang bucket OSS, ikuti konvensi penamaan sistem file saat membuat objek di dalam bucket. Jangan buat objek dengan nama yang hanya berbeda pada garis miring maju di akhir, seperti a dan a/.
Skenario | Hasil deteksi | Kondisi atau logika |
Bucket hanya berisi objek | File | Objek tunggal tanpa garis miring maju di akhir ( |
Bucket hanya berisi objek | Folder | Nama objek yang diakhiri dengan |
Bucket berisi objek | Folder | Objek induk |
Bucket berisi kedua objek | Perilaku tidak terdefinisi | Penamaan objek dalam bucket tidak mengikuti konvensi sistem file. |
Bucket berisi objek | Perilaku tidak terdefinisi | Penamaan objek dalam bucket tidak mengikuti konvensi sistem file. |