All Products
Search
Document Center

Lindorm:Ikhtisar

Last Updated:Jun 22, 2026

Laman Ikhtisar pada sistem manajemen kluster menyediakan detail mengenai semua tabel dalam LindormTable dari instans Lindorm. Detail tersebut mencakup ukuran tabel, informasi shard, pratinjau data, skema tabel, dan informasi throttling. Topik ini menjelaskan cara mengelola tabel lebar menggunakan sistem manajemen kluster.

Prasyarat

Anda telah masuk ke sistem manajemen kluster instans target. Untuk informasi selengkapnya, lihat Masuk ke sistem manajemen kluster.

Buat tabel

Di sistem manajemen kluster, Anda dapat membuat dua jenis tabel: tabel SQL dan tabel HBase.

Buat tabel SQL

  1. Klik Create SQL table.

  2. Pada panel yang muncul, konfigurasikan parameter berikut:

    Parameter

    Wajib

    Deskripsi

    Namespace

    Ya

    Namespace tempat tabel tersebut berada.

    Table name

    Ya

    Nama tabel.

    Versions

    Tidak

    Jumlah versi data yang akan disimpan.

    TTL

    Tidak

    Masa hidup data (TTL). Data yang melebihi TTL-nya akan dihapus secara otomatis. Tabel yang dibuat di sistem manajemen kluster harus memiliki TTL.

    Catatan

    Untuk menyimpan data secara permanen, Anda dapat mengatur TTL menjadi -1 dengan memodifikasi tabel. Untuk informasi selengkapnya, lihat Kelola perubahan tabel.

    TTLUnit

    Tidak

    Unit untuk TTL. Nilai yang valid: DAYS, HOURS, dan MINUTES.

    Compression type

    Tidak

    Algoritma kompresi data. Nilai yang valid: LZO, SNAPPY, ZSTD, LZ4, dan None. None menunjukkan bahwa tidak ada kompresi yang digunakan.

    Start key

    Tidak

    Kunci awal untuk partisi.

    End key

    Tidak

    Kunci akhir untuk partisi.

    Number of regions

    Tidak

    Jumlah region.

    Primary key

    Ya

    Klik Add One Row untuk menambahkan kolom kunci primer. Setelah mengonfigurasi informasi kolom, klik Save.

    Anda harus mengonfigurasi informasi berikut untuk setiap kolom kunci primer:

    • Nama kolom.

    • Tipe: Tipe data kolom kunci primer. Untuk informasi selengkapnya mengenai tipe data yang didukung, lihat Tipe data dasar.

    • Urutan pengurutan: Urutan pengurutan kolom. Nilai yang valid: Ascending (ASC) dan Descending (DESC).

    Non-primary key

    Ya

    Kolom non-kunci primer. Anda harus menentukan nama kolom dan tipe datanya.

  3. Klik Determine.

Buat tabel HBase

  1. Klik Create HBase table.

  2. Pada panel yang muncul, konfigurasikan parameter berikut:

    Parameter

    Wajib

    Deskripsi

    Namespace

    Ya

    Namespace tempat tabel tersebut berada.

    Table name

    Ya

    Nama tabel.

  3. Pada bagian Column family information, klik Add One Row dan konfigurasikan parameter berikut.

    Parameter

    Wajib

    Deskripsi

    Column family name

    Ya

    Nama keluarga kolom.

    Maximum versions

    Tidak

    Jumlah versi data yang akan disimpan.

    TTL

    Tidak

    Masa hidup data (TTL). Data yang melebihi TTL-nya akan dihapus secara otomatis. Tabel yang dibuat di sistem manajemen kluster harus memiliki TTL.

    Catatan

    Untuk menyimpan data secara permanen, Anda dapat mengatur TTL menjadi -1 dengan memodifikasi tabel. Untuk informasi selengkapnya, lihat Kelola perubahan tabel.

    TTLUnit

    Tidak

    Unit untuk TTL. Nilai yang valid: DAYS, HOURS, dan MINUTES.

    Compression type

    Tidak

    Algoritma kompresi data. Nilai yang valid: LZO, SNAPPY, ZSTD, LZ4, dan None. None menunjukkan bahwa tidak ada kompresi yang digunakan.

    Encoding type

    Tidak

    Algoritma encoding data. Nilai yang valid: None, DIFF, dan INDEX. None menunjukkan bahwa tidak ada encoding yang digunakan.

  4. Opsional: Pada bagian pre-partitioning, masukkan kunci partisi. Pisahkan beberapa kunci partisi dengan koma (,).

  5. Klik Determine.

Lihat detail tabel

Detail tabel lebar mencakup jumlah baris, penggunaan penyimpanan hot dan cold, skema tabel, jumlah maksimum versi, TTL, serta tipe kompresi untuk setiap keluarga kolom, pratinjau data, dan informasi shard seperti jumlah dan ukuran setiap shard.

  1. Pada laman Overview, Anda dapat memfilter tabel berdasarkan IDC, group, namespace, atau nama tabel. Klik Query untuk menampilkan hasilnya dalam daftar di bawah.

    Catatan

    Anda dapat mengklik ikon pengaturan 筛选 di pojok kanan atas daftar untuk menyesuaikan kolom yang ditampilkan.

  2. Klik nama tabel untuk melihat detailnya. Detail tersebut dikelompokkan ke dalam bagian-bagian berikut:

    Bagian

    Deskripsi

    Basic information

    Menampilkan nama tabel.

    Table schema

    Menampilkan struktur detail tabel, termasuk nama kolom, tipe data, kunci primer, dan urutan pengurutan.

    Secondary index

    Menampilkan detail indeks sekunder pada tabel, termasuk nama indeks, status, progres pembuatan, dan tipe indeks.

    Shard information

    Menampilkan informasi seperti shard tabel, node, ukuran shard, dan jumlah file di setiap shard. Anda dapat mengklik ikon pengaturan 筛选 di pojok kanan atas untuk menyesuaikan kolom yang ditampilkan.

    Region distribution

    Menampilkan informasi seperti jumlah dan ukuran region di setiap node, serta volume data yang terlibat dalam permintaan baca dan tulis untuk setiap node.

    Data preview

    Menampilkan pratinjau 20 baris data pertama.

Pindahkan tabel ke group lain

Peringatan

Jangan pindahkan tabel ke group yang tidak memiliki node RegionServer. Jika dilakukan, tabel tersebut akan menjadi tidak dapat diakses.

  1. Pada laman Overview, klik Move group pada kolom Operation untuk tabel target.

  2. Pada kotak dialog Move group, pilih Target group.

  3. Klik Determine.