Laman Ikhtisar pada sistem manajemen kluster menyediakan detail mengenai semua tabel dalam LindormTable dari instans Lindorm. Detail tersebut mencakup ukuran tabel, informasi shard, pratinjau data, skema tabel, dan informasi throttling. Topik ini menjelaskan cara mengelola tabel lebar menggunakan sistem manajemen kluster.
Prasyarat
Anda telah masuk ke sistem manajemen kluster instans target. Untuk informasi selengkapnya, lihat Masuk ke sistem manajemen kluster.
Buat tabel
Di sistem manajemen kluster, Anda dapat membuat dua jenis tabel: tabel SQL dan tabel HBase.
Buat tabel SQL
-
Klik Create SQL table.
-
Pada panel yang muncul, konfigurasikan parameter berikut:
Parameter
Wajib
Deskripsi
Namespace
Ya
Namespace tempat tabel tersebut berada.
Table name
Ya
Nama tabel.
Versions
Tidak
Jumlah versi data yang akan disimpan.
TTL
Tidak
Masa hidup data (TTL). Data yang melebihi TTL-nya akan dihapus secara otomatis. Tabel yang dibuat di sistem manajemen kluster harus memiliki TTL.
CatatanUntuk menyimpan data secara permanen, Anda dapat mengatur TTL menjadi
-1dengan memodifikasi tabel. Untuk informasi selengkapnya, lihat Kelola perubahan tabel.TTLUnit
Tidak
Unit untuk TTL. Nilai yang valid: DAYS, HOURS, dan MINUTES.
Compression type
Tidak
Algoritma kompresi data. Nilai yang valid: LZO, SNAPPY, ZSTD, LZ4, dan None. None menunjukkan bahwa tidak ada kompresi yang digunakan.
Start key
Tidak
Kunci awal untuk partisi.
End key
Tidak
Kunci akhir untuk partisi.
Number of regions
Tidak
Jumlah region.
Primary key
Ya
Klik Add One Row untuk menambahkan kolom kunci primer. Setelah mengonfigurasi informasi kolom, klik Save.
Anda harus mengonfigurasi informasi berikut untuk setiap kolom kunci primer:
-
Nama kolom.
-
Tipe: Tipe data kolom kunci primer. Untuk informasi selengkapnya mengenai tipe data yang didukung, lihat Tipe data dasar.
-
Urutan pengurutan: Urutan pengurutan kolom. Nilai yang valid: Ascending (ASC) dan Descending (DESC).
Non-primary key
Ya
Kolom non-kunci primer. Anda harus menentukan nama kolom dan tipe datanya.
-
-
Klik Determine.
Buat tabel HBase
-
Klik Create HBase table.
-
Pada panel yang muncul, konfigurasikan parameter berikut:
Parameter
Wajib
Deskripsi
Namespace
Ya
Namespace tempat tabel tersebut berada.
Table name
Ya
Nama tabel.
-
Pada bagian Column family information, klik Add One Row dan konfigurasikan parameter berikut.
Parameter
Wajib
Deskripsi
Column family name
Ya
Nama keluarga kolom.
Maximum versions
Tidak
Jumlah versi data yang akan disimpan.
TTL
Tidak
Masa hidup data (TTL). Data yang melebihi TTL-nya akan dihapus secara otomatis. Tabel yang dibuat di sistem manajemen kluster harus memiliki TTL.
CatatanUntuk menyimpan data secara permanen, Anda dapat mengatur TTL menjadi
-1dengan memodifikasi tabel. Untuk informasi selengkapnya, lihat Kelola perubahan tabel.TTLUnit
Tidak
Unit untuk TTL. Nilai yang valid: DAYS, HOURS, dan MINUTES.
Compression type
Tidak
Algoritma kompresi data. Nilai yang valid: LZO, SNAPPY, ZSTD, LZ4, dan None. None menunjukkan bahwa tidak ada kompresi yang digunakan.
Encoding type
Tidak
Algoritma encoding data. Nilai yang valid: None, DIFF, dan INDEX. None menunjukkan bahwa tidak ada encoding yang digunakan.
-
Opsional: Pada bagian pre-partitioning, masukkan kunci partisi. Pisahkan beberapa kunci partisi dengan koma (,).
-
Klik Determine.
Lihat detail tabel
Detail tabel lebar mencakup jumlah baris, penggunaan penyimpanan hot dan cold, skema tabel, jumlah maksimum versi, TTL, serta tipe kompresi untuk setiap keluarga kolom, pratinjau data, dan informasi shard seperti jumlah dan ukuran setiap shard.
-
Pada laman Overview, Anda dapat memfilter tabel berdasarkan IDC, group, namespace, atau nama tabel. Klik Query untuk menampilkan hasilnya dalam daftar di bawah.
CatatanAnda dapat mengklik ikon pengaturan
di pojok kanan atas daftar untuk menyesuaikan kolom yang ditampilkan. -
Klik nama tabel untuk melihat detailnya. Detail tersebut dikelompokkan ke dalam bagian-bagian berikut:
Bagian
Deskripsi
Basic information
Menampilkan nama tabel.
Table schema
Menampilkan struktur detail tabel, termasuk nama kolom, tipe data, kunci primer, dan urutan pengurutan.
Secondary index
Menampilkan detail indeks sekunder pada tabel, termasuk nama indeks, status, progres pembuatan, dan tipe indeks.
Shard information
Menampilkan informasi seperti shard tabel, node, ukuran shard, dan jumlah file di setiap shard. Anda dapat mengklik ikon pengaturan
di pojok kanan atas untuk menyesuaikan kolom yang ditampilkan.Region distribution
Menampilkan informasi seperti jumlah dan ukuran region di setiap node, serta volume data yang terlibat dalam permintaan baca dan tulis untuk setiap node.
Data preview
Menampilkan pratinjau 20 baris data pertama.
Pindahkan tabel ke group lain
Jangan pindahkan tabel ke group yang tidak memiliki node RegionServer. Jika dilakukan, tabel tersebut akan menjadi tidak dapat diakses.
-
Pada laman Overview, klik Move group pada kolom Operation untuk tabel target.
-
Pada kotak dialog Move group, pilih Target group.
-
Klik Determine.