Untuk mempercepat pengiriman sumber daya statis dan dinamis, Anda dapat mengaktifkan fitur akselerasi dinamis dan membuat aturan akselerasi kustom untuk sumber daya statis dengan mengonfigurasi tipe file statis. Hal ini memungkinkan penyimpanan sumber daya statis di titik kehadiran (POPs) serta pengambilan sumber daya dinamis dari server asal melalui rute optimal.
Informasi latar belakang
Berikut adalah aturan akselerasi yang berlaku untuk sumber daya statis dan dinamis:
Pada
Untuk mempercepat pengiriman sumber daya statis dan dinamis, Anda perlu mengaktifkan akselerasi dinamis. Anda dapat mengonfigurasi aturan akselerasi untuk sumber daya statis berdasarkan tipe file sesuai kebutuhan bisnis Anda. Sumber daya statis kemudian didistribusikan berdasarkan aturan akselerasi kustom. Anda juga dapat mengonfigurasi tipe file, URI, dan jalur sumber daya statis yang ingin disimpan dalam cache.
Nonaktif
Jika Anda tidak lagi memerlukan percepatan pengiriman sumber daya dinamis, Anda dapat menonaktifkan akselerasi dinamis. Sumber daya dinamis akan didistribusikan berdasarkan aturan cache konten statis tanpa percepatan. Hanya aturan percepatan default untuk file statis yang tetap valid, sedangkan semua aturan percepatan kustom untuk file statis menjadi tidak valid.
Prosedur
Konfigurasikan tipe file statis.
Masuk ke Konsol DCDN.
Di bilah navigasi sebelah kiri, klik Domain Names.
Pada halaman Domain Names, temukan nama domain yang ingin dikonfigurasi untuk tipe file statis dan klik Configure.
Di pohon navigasi sebelah kiri nama domain, klik Acceleration Rules.
Aktifkan Dynamic Acceleration.
Pada tab Static File Types, klik Modify.
Dalam kotak dialog Static File Types, konfigurasikan parameter Static File Types. Tabel berikut menjelaskan parameter tersebut:

Parameter
Deskripsi
Static File Types
Tipe file statis berikut didukung:
Gambar: GIF, PNG, BMP, JPEG, dan JPG.
Halaman web: HTML, HTM, dan SHTML.
File audio dan video: MP3, WMA, FLV, MP4, WMV, OGG, dan AVI.
File teks: DOC, DOCX, XLS, XLSX, PPT, PPTX, TXT, dan PDF.
Lainnya: ZIP, EXE, TAT, ICO, CSS, JS, SWF, APK, M3U8, TS, EJS, SVG, WOFF, dan OTF.
Klik OK.
Buat aturan kedaluwarsa cache.
Di bagian Cache Expiration, klik Add.
Dalam kotak dialog Cache Duration, pilih Directory atau Filename Extension untuk parameter Type dan konfigurasikan parameter lain yang diperlukan.

Parameter
Deskripsi
Type
Pilih Directory atau Filename Extension.
Directory: menambahkan aturan cache untuk sumber daya di direktori yang sama.
Filename Extension: menambahkan aturan cache untuk sumber daya yang memiliki ekstensi nama file yang sama.
Content
Tentukan direktori atau ekstensi nama file untuk mana Anda ingin menambahkan aturan cache.
Jika Anda memilih Directory, perhatikan aturan berikut:
Anda hanya dapat memasukkan satu direktori pada satu waktu. Anda dapat menggunakan garis miring (/) untuk menentukan semua direktori.
Anda dapat memasukkan jalur lengkap. Jalur harus dimulai dengan garis miring (/). Contoh: /directory/aaa.
Jika Anda memilih Filename Extension, perhatikan aturan berikut:
Anda dapat memasukkan satu atau lebih ekstensi nama file. Pisahkan ekstensi nama file dengan koma (,). Contoh:
jpg,txt. Ekstensi nama file bersifat peka huruf besar/kecil.Tipe file statis berikut didukung:
Gambar: GIF, PNG, BMP, JPEG, dan JPG.
Halaman web: HTML, HTM, dan SHTML.
File audio dan video: MP3, WMA, FLV, MP4, WMV, OGG, dan AVI.
File teks: DOC, DOCX, XLS, XLSX, PPT, PPTX, TXT, dan PDF.
Lainnya: ZIP, EXE, TAT, ICO, CSS, JS, SWF, APK, M3U8, TS, EJS, SVG, WOFF, dan OTF.
Anda tidak dapat menggunakan karakter wildcard asterisk (*) untuk menentukan semua jenis file.
Expire In
Tentukan TTL. TTL maksimum adalah tiga tahun. Perhatikan aturan berikut:
Tentukan TTL satu bulan atau lebih untuk file statis yang jarang diperbarui, seperti gambar dan paket aplikasi.
Tentukan TTL untuk file statis yang sering diperbarui, seperti file JavaScript dan CSS, berdasarkan kebutuhan bisnis Anda.
Tentukan TTL 0 detik untuk menonaktifkan caching untuk file dinamis, seperti file PHP, JSP, dan ASP.
Weight
Tentukan bobot untuk aturan cache. Bobot menunjukkan prioritas aturan cache. Nilai valid: 1 hingga 99. Nilai yang lebih besar menentukan prioritas yang lebih tinggi.
CatatanJika Anda membuat beberapa aturan cache, kami sarankan Anda menentukan bobot unik untuk setiap aturan cache untuk mendefinisikan prioritas mereka.
Aturan cache yang memiliki bobot yang sama diprioritaskan berdasarkan waktu pembuatan, terlepas dari jenis aturan. Aturan yang memiliki waktu pembuatan paling awal akan diutamakan.
Jika Anda telah mengonfigurasi beberapa aturan cache untuk sumber daya yang disimpan dalam cache, hanya aturan pertama yang cocok yang akan berlaku.
Rule Condition
Kondisi aturan dapat mengidentifikasi parameter dalam permintaan untuk menentukan apakah suatu konfigurasi berlaku untuk permintaan tersebut.
Jangan gunakan kondisi
Pilih kondisi aturan yang dikonfigurasi di Rules engine.
Klik OK.