Data Transmission Service (DTS) menyediakan lima kelas instans untuk instans migrasi data. Setiap kelas menentukan throughput maksimum migrasi data inkremental, diukur dalam baris per detik (RPS).
Kelas instans hanya bersifat referensi dan tidak digunakan sebagai dasar evaluasi service level agreement (SLA).
Kelas instans dan RPS maksimum
Instance class | Maximum RPS |
|---|---|
small | 2.000 |
medium | 5.000 |
large | 6.000 |
xlarge | 7.000 |
2xlarge | 11.000 |
RPS aktual bervariasi tergantung pada kondisi jaringan, kinerja instans sumber dan tujuan, serta latensi. Nilai-nilai ini tidak dijamin oleh SLA DTS.
Kondisi untuk mencapai RPS maksimum
Nilai RPS maksimum di atas dapat dicapai hanya jika semua kondisi berikut terpenuhi:
Instans sumber menghasilkan setidaknya sebanyak perubahan baris per detik sesuai dengan RPS maksimum instans migrasi data.
Kinerja penulisan instans tujuan mampu mempertahankan RPS maksimum tersebut.
Latensi jaringan antara server DTS dan instans sumber atau tujuan kurang dari 2 milidetik.
Tolok ukur kinerja
DTS dapat memigrasikan data ke instans tujuan dalam hitungan detik. Namun, latensi migrasi dapat meningkat akibat beban kerja tinggi pada instans sumber, lebar pita jaringan transmisi rendah, latensi jaringan, atau kinerja penulisan yang buruk pada instans tujuan. DTS tidak menjamin latensi dalam hitungan detik untuk tugas migrasi data.
Lingkungan pengujian
Buat tugas migrasi data inkremental antara dua instans ApsaraDB RDS for MySQL, lalu lakukan uji stres pada instans sumber untuk mengukur kinerja migrasi data inkremental. Instans sumber dan tujuan menggunakan spesifikasi yang identik.
Configuration | Value |
|---|---|
Specification | rds.mys2.8xlarge |
Memory | 48.000 MB |
Maximum connections | 2.000 |
Maximum queries per second (QPS) | 18.000 |
Maximum input/output operations per second (IOPS) | 14.000 |
Model pengujian
Parameter | Value |
|---|---|
Table quantity | 20 |
Primary key | Each table has a primary key |
Record size | 1 KB |
Transaction structure | Average of 2 DML operations and 1 COMMIT operation per transaction |
DML ratio (INSERT:UPDATE:DELETE) | 3:1:2 |
Hasil pengujian
Source region | Destination region | Network latency (ms) | Instance class | RPS |
|---|---|---|---|---|
China (Hangzhou) | China (Hangzhou) | 0,26 | small | 2.566 |
China (Hangzhou) | China (Hangzhou) | 0,26 | medium | 4.726 |
China (Hangzhou) | China (Hangzhou) | 0,26 | large | 6.378 |
China (Hangzhou) | China (Qingdao) | 26 | small | 2.469 |
China (Hangzhou) | China (Qingdao) | 26 | medium | 4.856 |
China (Hangzhou) | China (Qingdao) | 26 | large | 5.439 |
China (Hangzhou) | China (Beijing) | 26 | small | 2.533 |
China (Hangzhou) | China (Beijing) | 26 | medium | 5.038 |
China (Hangzhou) | China (Beijing) | 26 | large | 6.829 |
China (Hangzhou) | US (Silicon Valley) | 175 | small | 1.753 |
China (Hangzhou) | US (Silicon Valley) | 175 | medium | 2.837 |
China (Hangzhou) | US (Silicon Valley) | 175 | large | 3.884 |
Singapore | US (Silicon Valley) | 198 | small | 1.104 |
Singapore | US (Silicon Valley) | 198 | medium | 1.724 |
Singapore | US (Silicon Valley) | 198 | large | 2.256 |
Hasil ini mencerminkan kinerja maksimum dalam kondisi pengujian yang dijelaskan di atas. Kinerja maksimum tidak dapat dijamin dalam kasus-kasus berikut: tabel yang akan dimigrasikan tidak memiliki primary key, latensi jaringan tinggi, terdapat update hotspot, atau instans sumber dan tujuan mengalami bottleneck kinerja.
Istilah penting
Term | Description |
|---|---|
Instance class | Menentukan kinerja migrasi data inkremental suatu instans migrasi data. DTS menyediakan berbagai kelas instans dengan kemampuan throughput yang berbeda. |
Table quantity | Jumlah total tabel dalam model pengujian. |
Record size | Ukuran setiap catatan data yang dimigrasikan secara inkremental. |
RPS | Rows per second — jumlah baris yang dimigrasikan secara inkremental ke tabel tujuan per detik. Misalnya, jika suatu instans migrasi data memigrasikan 5.000 baris ke tabel tujuan per detik, RPS-nya adalah 5.000. |
Jika suatu Pernyataan SQL berisi operasi pada beberapa baris data, DTS mengidentifikasi operasi tersebut sebagai beberapa catatan data. Jika Anda melakukan operasi INSERT, UPDATE, dan DELETE pada satu catatan data beberapa kali, DTS juga mengidentifikasi operasi tersebut sebagai beberapa catatan data.
DTS mengidentifikasi setiap operasi COMMIT sebagai satu catatan data.