All Products
Search
Document Center

Data Management:Database logis

Last Updated:Apr 23, 2026

Kueri dan pemeliharaan data dalam skenario yang melibatkan sharding database dan partisi tabel bisa menjadi kompleks. Data Management Service (DMS) menyederhanakan proses ini melalui fitur database logis dan tabel logisnya, yang memungkinkan Anda mengelompokkan satu atau beberapa database fisik menjadi satu database logis sehingga menyediakan tampilan terpadu untuk melakukan kueri dan mengelola data terdistribusi.

Latar Belakang

Dalam arsitektur yang menggunakan sharding database dan partisi tabel, data bisnis didistribusikan ke banyak tabel di beberapa database fisik berdasarkan algoritma perutean. Arsitektur ini sering menimbulkan tantangan berikut:

  • Melakukan kueri dan analisis data menjadi sulit karena Anda sering perlu memindai setiap tabel untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.

  • Menambah atau menghapus bidang memerlukan upaya signifikan karena perubahan tersebut harus diterapkan ke setiap partisi tabel.

Fitur database logis di DMS mengatasi tantangan tersebut dengan memungkinkan Anda membuat tabel logis dari tabel-tabel fisik yang memiliki struktur identik dan awalan nama yang umum. Anda kemudian dapat mengelola tabel logis tersebut seolah-olah merupakan satu tabel tunggal.

Prasyarat

  • Database fisik harus berupa tipe yang didukung:

    • Database relasional:

      • MySQL: ApsaraDB RDS for MySQL, PolarDB for MySQL, ApsaraDB MyBase for MySQL, AnalyticDB for MySQL V3.0, dan database MySQL dari sumber lain

      • SQL Server: ApsaraDB RDS for SQL Server, ApsaraDB MyBase for SQL Server, dan database SQL Server dari sumber lain

      • PostgreSQL: ApsaraDB RDS for PostgreSQL, PolarDB for PostgreSQL, ApsaraDB MyBase for PostgreSQL, AnalyticDB for PostgreSQL, dan database PostgreSQL dari sumber lain

      • OceanBase: ApsaraDB for OceanBase in MySQL mode, ApsaraDB for OceanBase in Oracle mode, dan database OceanBase yang dikelola sendiri

      • PolarDB for PostgreSQL (Compatible with Oracle)

      • Oracle

      • Db2

    • Data warehouse: Data Lake Analytics (DLA), ApsaraDB for ClickHouse, dan Hologres

  • Instans yang menampung database fisik harus dikelola dalam mode Security Collaboration. Untuk informasi selengkapnya, lihat View the control mode.

  • Anda harus merupakan administrator, DBA, atau Pemilik data dari database fisik tersebut. Untuk informasi selengkapnya, lihat View system roles dan View resource roles.

Konfigurasikan database logis

  1. Masuk ke DMS 5.0.

  2. Arahkan penunjuk ke ikon 2023-01-28_15-57-17.png di pojok kiri atas Konsol DMS, lalu pilih All Features > Data Assets > Global Search.

    Catatan

    Jika Anda menggunakan Konsol DMS dalam mode normal, pilih Data Assets > Global Search di bilah navigasi atas.

  3. Di kotak pencarian, masukkan nama database fisik dan klik ikon 搜.

  4. Pada kolom Actions untuk database fisik target, pilih More > Configure Logical Database. Database fisik ini menjadi shard database pertama dalam database logis.

  5. Opsional: Di dialog Create Logical Database Configuration, tambahkan lebih banyak shard database fisik.

    Shard database fisik yang Anda tambahkan harus memenuhi persyaratan berikut:

    • Harus berupa tipe database yang sama. Misalnya, semuanya harus merupakan database MySQL.

    • Harus termasuk dalam tipe lingkungan yang sama, seperti lingkungan development (dev). Untuk informasi selengkapnya, lihat Instance environments.

    • Satu database fisik hanya dapat dikonfigurasi dalam satu database logis. Jika suatu database fisik sudah menjadi bagian dari Database Logis A, Anda harus terlebih dahulu menghapusnya dari A sebelum dapat menambahkannya ke Database Logis B.

    Untuk menambahkan shard database fisik:

    1. Cari dan pilih database fisik target.

    2. Klik ikon 5 untuk menambahkan database fisik yang dipilih ke daftar di sebelah kanan.

      Catatan

      Urutan database fisik dalam daftar di sebelah kanan menentukan urutan sharding dalam database logis. Urutan ini harus sesuai dengan urutan sharding aktual agar kueri tabel logis berfungsi dengan benar.

  6. Tetapkan alias untuk database logis.

    Nama database logis akan ditampilkan dalam format berikut: Nama Database Logis [Alias].

  7. Tetapkan Pemilik data.

    Jika Anda adalah administrator atau DBA, Anda dapat mengklik Change Data Owners untuk menetapkan satu atau beberapa pengguna sebagai Pemilik data untuk semua shard database fisik. Pengguna-pengguna ini kemudian menjadi Pemilik data dari database logis tersebut.

    Catatan

    Jika Anda menerima pesan "Failed to provide recommendations because databases in the logical database belong to different owners.", artinya shard database fisik memiliki Pemilik data yang berbeda. Anda harus menetapkan satu Pemilik data yang seragam untuk semua shard. Untuk petunjuknya, lihat Manage permissions.

  8. Klik Save Configuration.

Langkah Selanjutnya

Setelah Anda mengonfigurasi database logis, Anda harus membuat tabel logis sebelum dapat melakukan kueri terhadap datanya. Untuk informasi selengkapnya, lihat Logical tables.