Data Disaster Recovery membaca data dari database secondary untuk melakukan cadangan penuh guna mengurangi dampak terhadap database primary.
Fitur ini memerlukan instans replica set ApsaraDB for MongoDB. Hanya cadangan logis yang didukung.
Lokasi penerapan yang didukung
Data Disaster Recovery mendukung lokasi penerapan berikut untuk instans sumber:
| Lokasi Penerapan | Catatan Konfigurasi |
|---|---|
| ApsaraDB for MongoDB | Konfigurasikan hanya MongoDB Instance ID. Sistem secara otomatis membaca dari database secondary. Lihat Manage a backup schedule. |
| User-Created Database with Public IP Address \<IP Address:Port Number\> | Konfigurasikan titik akhir primary dan secondary secara manual. Peer VPC tidak diperlukan. |
| Express Connect DB/VPN Gateway/Intelligent Gateway | Konfigurasikan titik akhir primary dan secondary secara manual. Peer VPC diperlukan. |
| No public network IP: Port's self-built database (accessed through the database gateway) | Konfigurasikan titik akhir primary dan secondary secara manual. |
Prasyarat
Sebelum memulai, pastikan Anda telah memiliki:
Instans replica set ApsaraDB for MongoDB
Jadwal backup yang sudah dibuat. Lihat Create a backup schedule
Konfigurasi backup dari database secondary
Langkah-langkah berikut menggunakan Express Connect DB/VPN Gateway/Intelligent Gateway sebagai lokasi penerapan. Konfigurasinya serupa untuk lokasi penerapan lainnya.
Masuk ke DMS console V5.0.
Pada bilah navigasi atas, pilih Security and Specifications (DBS) > Disaster Recovery for Data (DBS) > Backup Plan.
Dalam mode simple, arahkan kursor ke ikon
di pojok kiri atas dan pilih All Features > Security and Specifications (DBS) > Disaster Recovery for Data (DBS) > Backup Plan.Pada halaman Backup Schedules, temukan jadwal backup yang ingin dikonfigurasi dan klik Configure Backup Schedule pada kolom Actions.
Pada langkah Configure Backup Source and Destination, konfigurasikan parameter dalam tabel berikut lalu klik Next.
Untuk volume data yang besar, pertimbangkan untuk membeli paket penyimpanan langganan guna mengurangi biaya dibandingkan dengan penagihan pay-as-you-go. Lihat Use storage plans.
Umum
Parameter Deskripsi Schedule Name Nama jadwal backup. Data Disaster Recovery menghasilkan nama secara otomatis. Masukkan nama deskriptif agar lebih mudah diidentifikasi. Nama tidak harus unik. Informasi sumber backup
Parameter Deskripsi Backup Mode Metode backup. Atur ke Logical Backup. Database Location Metode akses ke database sumber. Pilih Express Connect DB/VPN Gateway/Intelligent Gateway. Database Type Jenis database sumber. Nilai default: MongoDB. Peer VPC Virtual private cloud (VPC) tempat database sumber diterapkan. Tidak diperlukan jika Database Location diatur ke User-Created Database with Public IP Address. Configuration of connection address of standby database Menentukan apakah akan mengonfigurasi alamat koneksi database secondary. Atur ke Yes untuk mengaktifkan backup dari database secondary. Jika diatur ke No, parameter Alternate address dan Alternate port number tidak diperlukan. Master Address Titik akhir untuk database primary. Master Port Number Port untuk database primary. Alternate address Titik akhir untuk database secondary. Diperlukan saat Configuration of connection address of standby database diatur ke Yes. Alternate port number Port untuk database secondary. Diperlukan saat Configuration of connection address of standby database diatur ke Yes. Database Name Nama database sumber. Master Database Account Username untuk akun database sumber. Master Password Password untuk akun database sumber. Setelah memasukkan kredensial, klik Test Connection untuk memverifikasi konektivitas. Test Passed menandakan koneksi berhasil. Jika muncul Test Failed, klik Check di sebelahnya dan sesuaikan konfigurasi berdasarkan hasil tersebut. Compliance warranty regarding cross-border data transfers Pilih kotak centang untuk menyetujui komitmen kepatuhan. Informasi tujuan backup
Parameter Deskripsi Backup Storage Type Jenis penyimpanan untuk data backup. DBS Storage (recommended): Data backup disimpan di Data Disaster Recovery tanpa memerlukan bucket Object Storage Service (OSS). Biaya dihitung berdasarkan volume data yang disimpan. Lihat Storage fees. OSS For User: Anda harus membuat bucket OSS terlebih dahulu. Lihat Create buckets. Hanya kelas penyimpanan standard yang didukung. OSS Bucket Name Bucket OSS untuk menyimpan data backup. Muncul hanya saat Backup Storage Type diatur ke OSS For User. Storage Encryption Metode enkripsi untuk data yang disimpan. Encrypted (direkomendasikan): Data Disaster Recovery menggunakan enkripsi AES-256. Untuk OSS, diterapkan enkripsi sisi server — objek dienkripsi saat diunggah dan didekripsi saat diunduh. Lihat Server-side encryption. Non-encrypted: Data disimpan tanpa enkripsi. Pada langkah Edit Backup Objects, temukan database atau koleksi yang ingin dibackup, tambahkan ke bagian Selected, lalu klik Next.
Data Disaster Recovery mendukung backup satu koleksi, satu database, atau beberapa database.
Klik Select All di pojok kiri bawah bagian Available untuk memilih semua database.
Database yang dibuat setelah jadwal backup dibuat tidak dibackup secara default. Untuk menyertakannya, tambahkan secara manual pada halaman Configure Task. Lihat Modify backup objects.
Untuk jenis database yang didukung, lihat Supported database types and features.
Pada langkah Configure Backup Time, konfigurasikan parameter dalam tabel berikut lalu klik Next.
Parameter Deskripsi Full-scale Backup Frequency Frekuensi backup. Periodic Backup: dijalankan sesuai jadwal berulang. Single Backup: dijalankan sekali. Full Data Backup Recurrence Hari dalam seminggu saat Data Disaster Recovery menjalankan backup. Pilih minimal satu hari. Muncul hanya saat Full-scale Backup Frequency diatur ke Periodic Backup. Start At Waktu mulai backup. Jadwalkan pada jam sepi, misalnya 01:00. Jika cadangan penuh sebelumnya masih berjalan pada waktu mulai yang dijadwalkan, backup berikutnya dilewati. Incremental Backup Menentukan apakah akan mengaktifkan cadangan inkremental. Muncul hanya saat Full-scale Backup Frequency diatur ke Periodic Backup. Maximum Concurrent Threads for Full Data Backup Jumlah maksimum thread konkuren untuk cadangan penuh. Kurangi nilai ini untuk meminimalkan dampak terhadap kinerja database selama backup. Pada langkah Edit Siklus Hidup, konfigurasikan periode retensi untuk data cadangan penuh di bagian Configure Full Data Backup Lifecycle. Jika Anda mengaktifkan Incremental Backup pada langkah sebelumnya, konfigurasikan pula periode retensi untuk data cadangan inkremental. Lihat Bagaimana cara mengelola aturan siklus hidup set cadangan?
Klik Precheck di pojok kanan bawah.
Setelah muncul Precheck Passed, klik Start Task.