All Products
Search
Document Center

DataWorks:Dry-run

Last Updated:Jun 22, 2026

Apa itu dry-run?

Jika suatu node dijadwalkan untuk berjalan pada hari-hari tertentu dalam seminggu, sebulan, atau setahun, sistem tetap membuat instans pada waktu yang dijadwalkan di hari-hari lainnya. Namun, instans tersebut merupakan dry-run, artinya tidak memproses data apa pun. Instans dry-run memiliki perilaku berikut:

  • Instans tersebut langsung ditandai sebagai berhasil dengan durasi eksekusi 0 detik.

  • Instans tersebut tidak menjalankan task, sehingga log eksekusinya kosong.

  • Instans tersebut tidak memblokir node turunannya, sehingga node turunan dapat berjalan sesuai jadwal.

  • Instans tersebut tidak mengonsumsi sumber daya apa pun.

Skenario dry-run

Beberapa skenario dapat memicu pembuatan instans dry-run.

Skenario 1: Dry-run mingguan dan bulanan

  • Konfigurasikan node mingguan atau bulanan.

    1. Klik ganda node task tersebut, lalu klik tombol Scheduling Settings di sebelah kanan untuk membuka panel properti penjadwalan. Beralihlah ke modul Time Properties.

      • Scheduling Frequency: Atur ke Week atau Month.

      • Specified time: Atur ke hari tertentu dalam seminggu atau tanggal tertentu dalam sebulan.

      • Scheduling time: Atur ke 10:10.

      Atur Effective date ke Permanent.

    2. Setelah konfigurasi selesai, simpan dan terapkan node tersebut.

  • Ketika node auto triggered dikonfigurasi untuk berjalan pada hari tertentu dalam seminggu atau tanggal tertentu dalam sebulan, node tersebut hanya berjalan dan menghasilkan data pada waktu yang ditentukan. Pada hari-hari lainnya, sistem menghasilkan instans dry-run.

Untuk menghindari dry-run saat melakukan pengisian ulang data (data backfill) untuk node yang dijadwalkan, Anda harus mengatur business date dengan benar. Misalnya, jika node bulanan dijadwalkan pada tanggal 1 setiap bulan, atur business date ke tanggal terakhir bulan sebelumnya untuk pengisian ulang data tersebut. Logika yang sama berlaku untuk node mingguan.

Skenario 2: Instans kedaluwarsa real-time

  • Konfigurasikan pembuatan instans kedaluwarsa secara real-time.

    1. Klik ganda node tersebut untuk mengonfigurasi atau mengubah siklus penjadwalannya. Di sebelah kanan, klik Scheduling Settings untuk membuka panel properti penjadwalan, lalu buka bagian Scheduling Time.

      Scheduling Frequency: Atur ke Daily.

      Scheduling time: Atur ke 10:09.

    2. Simpan dan terapkan node tersebut. deployment time adalah 10:00.

  • Saat menggunakan opsi Instantly generate instances after the deployment, instans untuk node auto triggered hanya memproses data jika diterapkan minimal 10 menit sebelum waktu yang dijadwalkan. Jika tidak, instans tersebut menjadi dry-run dengan status Expired instance generated in real-time. Setelah menyimpan dan menerapkan, Anda dapat memeriksa properti node di Operation Center. Instance Status akan menjadi Expired instance generated in real-time, dan Scheduling Type akan menjadi Real-time to Expired Instance Task.

Catatan

Untuk informasi lebih lanjut tentang fitur ini, lihat Instantly generate instances after the deployment.

Skenario 3: Menetapkan instans sebagai berhasil

Jika suatu instans gagal, Anda dapat menandainya secara manual sebagai berhasil untuk membuka blokir node turunannya. Tindakan ini tidak menjalankan task atau menghasilkan data. Untuk melakukannya, buka Operation and Maintenance Center > Auto Triggered Task O&M > Cycle Examples, temukan instans yang gagal, klik More di kolom Actions, lalu pilih Set to Successful. Instance Status instans tersebut kemudian berubah menjadi Instance Set Successfully dengan durasi eksekusi 0 detik.

Skenario 4: Konfigurasi dry-run

  • Klik ganda node tersebut untuk membuka panel konfigurasinya. Di sebelah kanan, klik Scheduling Settings dan buka bagian Scheduling Policies. Atur secara manual Scheduling Type ke Empty Run Scheduling.

  • Status instans tersebut adalah Dry Run by Instance Properties. Setelah konfigurasi selesai, instans auto-triggered yang dihasilkan oleh task ini akan menampilkan Scheduling Type sebagai Dry-run Task dan Instance State sebagai Dry Run by Instance Properties pada detail properti task. Waktu proses instans-instans tersebut adalah 0 detik.

Skenario 5: Instans Tidak Dipilih dalam Alur Kerja Temporary

  • Konfigurasikan instans yang tidak dipilih dalam alur kerja temporary.

    1. Klik ikon image dan navigasikan ke halaman All Products > Data Development and O&M > Operation and Maintenance Center (Workflow).

    2. Di panel navigasi kiri Operation Center, pilih Auto Triggered Task O&M > Auto Triggered Task untuk membuka daftar node auto triggered.

      Temukan node target, klik Backfill Data di kolom Actions, lalu pilih Current and Descendant Nodes dari menu drop-down.

    3. Pilih node auto triggered dan lakukan pengisian ulang data untuk node saat ini dan node turunannya guna menghasilkan alur kerja temporary.

      Saat melakukan pengisian ulang data, asumsikan node C bergantung pada node B, dan node B bergantung pada node A. Jika Anda hanya mengisi ulang data untuk node A dan C, instans untuk node B akan memiliki status Unselected Instance in Temporary Workflow. Setelah alur kerja temporary dibuat, buka halaman Properties untuk instans pengisian ulang yang sesuai. Anda akan melihat bahwa Instance Status adalah Unselected Instance in Temporary Workflow, Instance Type adalah Backfill Instance, dan Task Status adalah Succeeded.

Memecahkan masalah dry-run pada node harian

Jika node yang dijadwalkan harian berjalan sebagai dry-run, periksa properti penjadwalannya untuk memverifikasi apakah node tersebut dikonfigurasi untuk dry-run.

Catatan

T+1: Data yang dihasilkan pada hari ini (T) diproses pada hari berikutnya (T+1).