All Products
Search
Document Center

Data Online Migration:Migrasi mulus ke OSS dengan fitur mirroring back-to-origin

Last Updated:Jun 21, 2026

Topik ini menjelaskan cara perusahaan internet melakukan migrasi aplikasinya secara mulus dari penyedia cloud lain ke OSS menggunakan Data Online Migration dan fitur mirroring-based back-to-origin.

Latar Belakang

Seorang pelanggan—perusahaan penyedia layanan internet—menjalankan operasi bisnis utamanya di penyedia cloud lain. Perusahaan tersebut menyediakan layanan daring untuk mengedit gambar dan video, dengan sekitar 100 juta file tersimpan di penyedia tersebut dan total volume mencapai 320 TB. Setiap hari, sekitar 20 GB data baru dihasilkan. OSS menyediakan bandwidth akses hingga 250 MB/s, sedangkan bisnis memerlukan bandwidth maksimum sebesar 50 MB/s.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perusahaan berencana memindahkan aplikasinya ke platform OSS. Mengingat volume data yang sangat besar, migrasi tersebut harus menjamin kelangsungan bisnis dan memenuhi persyaratan berikut:

  • Migrasi tidak boleh mengganggu operasi bisnis atau memengaruhi akses pengguna terhadap data.

  • Migrasi harus menjamin integritas data dan memungkinkan aplikasi beralih ke OSS secara mulus.

Rencana Migrasi

Berdasarkan kebutuhan pelanggan, rencana migrasi yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  1. Gunakan Data Online Migration untuk memindahkan data yang ada dari layanan cloud sumber ke OSS. Operasi bisnis tetap berjalan di platform asal hingga migrasi awal ini selesai.

  2. Setelah data yang ada berhasil dimigrasikan, konfigurasikan fitur mirroring-based back-to-origin di OSS agar mengarah ke layanan cloud sumber. Hal ini memungkinkan OSS melayani permintaan data inkremental yang belum sempat dimigrasikan.

  3. Lakukan alih bencana (switchover) aplikasi ke OSS. Pada tahap ini, semua data dibaca dan ditulis ke OSS.

  4. Setelah alih bencana, data baru tidak lagi dihasilkan di layanan cloud sumber. Gunakan kembali Data Online Migration untuk memindahkan sisa data inkremental ke OSS.

  5. Setelah seluruh data berhasil dimigrasikan dan diverifikasi, hapus data dari sumber asal.

Langkah 1: Migrasi data yang ada

  1. Buat pekerjaan migrasi untuk memindahkan data yang ada.

    a. Buat bucket OSS untuk menyimpan data yang dimigrasikan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Create a bucket.

    b. Buat alamat data, lalu buat pekerjaan migrasi penuh. Untuk informasi lebih lanjut, lihat dokumen implementasi migrasi untuk tutorial yang sesuai di Migration tutorials.

    Penting

    Untuk Pekerjaan migrasi, atur Kebijakan timpa menjadi Timpa objek dengan nama yang sama jika waktu modifikasi terakhir lebih baru dari objek tujuan. Pengaturan ini memastikan bahwa saat Anda memulai ulang Pekerjaan, hanya Data inkremental yang dimigrasikan.

  2. Setelah migrasi selesai, view the migration report untuk membandingkan data di sumber dan tujuan serta memastikan seluruh data telah berhasil dimigrasikan.

Langkah 2: Konfigurasi mirroring-based back-to-origin

Migrasi data yang ada memerlukan waktu sekitar 25 hari. Selama proses tersebut, situs origin terus menghasilkan data baru. Untuk menghindari gangguan bisnis dan mencapai alih bencana yang mulus, Anda juga perlu mengonfigurasi fitur mirroring-based back-to-origin. Saat file yang diminta pengguna tidak ditemukan di OSS, OSS secara otomatis mengambil file tersebut dari situs origin, menyimpannya ke OSS, lalu langsung mengembalikan kontennya kepada pengguna.

  1. Masuk ke OSS console.

  2. Di panel navigasi sebelah kiri, klik Buckets.

  3. Pada halaman Buckets, klik nama bucket yang ingin Anda konfigurasi.

  4. Di panel navigasi sebelah kiri, pilih Data Management > Mirroring-based Back-to-origin.

  5. Klik Create Rule. Pada panel Create Rule yang muncul, konfigurasikan informasi back-to-origin.

    Masukkan URL origin sumber dalam format http://[BucketName].bcebos.com/data/ pada bidang Origin URL. Misalnya, jika URL akses OSS adalah bucketname.oss-endpoint.com/image.jpg, maka OSS akan mengambil objek dari http://abcbj.bcebos.com/data/image.jpg.

    • Method: Pilih Mirroring.

    • Condition: Kondisi default adalah kode status HTTP 404. Anda juga dapat mengonfigurasi Object Name Prefix dan File Name Suffix sesuai kebutuhan.

    • Origin URL: Masukkan URL akses layanan cloud sumber.

    • Untuk informasi lebih lanjut tentang pengaturan parameter, lihat Configure back-to-origin rules.

    Catatan

    Anda dapat mengonfigurasi hingga lima aturan mirroring-based back-to-origin, dan semua aturan tersebut berlaku secara bersamaan. Jika Anda memiliki beberapa sumber, Anda dapat mengonfigurasi beberapa aturan dan menggunakan Object Name Prefix yang berbeda untuk masing-masing agar permintaan diarahkan ke sumber yang tepat.

  6. Klik OK.

Langkah 3: Beralih ke OSS

Perbarui server aplikasi Anda agar mengarah ke OSS untuk semua operasi baca dan tulis. Setelah perubahan ini, data inkremental tidak lagi dihasilkan di sumber asal.

Langkah 4: Migrasi data inkremental

Selama migrasi data yang ada, sekitar 100.000 file baru dengan total volume sekitar 500 GB dihasilkan di sumber. Data inkremental ini juga harus dimigrasikan ke OSS.

  1. Restart pekerjaan migrasi. Layanan akan melakukan pemindaian penuh terhadap file sumber dan hanya memigrasikan file inkremental ke tujuan berdasarkan waktu modifikasi terakhirnya.

  2. Setelah migrasi selesai, view the migration report untuk membandingkan data di sumber dan tujuan serta memastikan seluruh data telah berhasil dimigrasikan.