All Products
Search
Document Center

Database Autonomy Service:Aktifkan audit keamanan (versi baru)

Last Updated:Jun 26, 2026

Audit keamanan DAS (versi baru) mendeteksi potensi risiko database menggunakan aturan bawaan untuk operasi berisiko tinggi, injeksi SQL, pelanggaran data, dan serangan kerentanan. Anda dapat menyesuaikan aturan tersebut untuk mengontrol akses database sesuai skenario dan jenis aplikasi.

Database dan wilayah yang didukung

Database dan wilayah berikut mendukung audit keamanan (versi baru).

Database

Wilayah yang didukung

  • RDS for MySQL

  • PolarDB for MySQL

  • RDS for SQL Server

China (Hangzhou), China (Shanghai), China (Qingdao), China (Beijing), China (Zhangjiakou), China (Hohhot), China (Shenzhen), China (Chengdu), dan China (Hong Kong)

RDS for PostgreSQL

China (Qingdao), China (Beijing), dan China (Hong Kong)

PolarDB-X 2.0

China (Hangzhou), China (Shanghai), China (Shenzhen), China (Beijing), China (Zhangjiakou), dan China (Hong Kong)

PolarDB for PostgreSQL (Compatible with Oracle)

China (Hangzhou) dan Malaysia (Kuala Lumpur)

PolarDB for PostgreSQL

China (Hangzhou), China (Shanghai), China (Beijing), China (Zhangjiakou), China (Ulanqab), China (Shenzhen), dan China (Hong Kong)

Penagihan

Audit keamanan (versi baru) dikenakan biaya tergantung pada status aktivasi DAS Enterprise Edition:

  • DAS Enterprise Edition belum diaktifkan: Mengaktifkan audit keamanan secara otomatis mengaktifkan DAS Enterprise Edition V3 dan log audit. Anda akan dikenakan biaya untuk traffic log dan biaya audit keamanan.

  • DAS Enterprise Edition sudah diaktifkan: Anda hanya dikenakan biaya untuk audit keamanan (SecurityAudit).

  • Untuk melihat tagihan audit keamanan, pilih AI-Native Database Service sebagai Product Name dan pilih Database Security Agent sebagai Commodity Name.

Penting

Detail SQL lengkap disimpan dalam cold storage. DAS menyediakan cold storage gratis selama 30 hari. Setelah periode ini, biaya cold storage tambahan akan diterapkan.

Fitur

Audit keamanan (versi baru) mencakup lebih dari 900 aturan bawaan untuk operasi berisiko tinggi dalam empat kategori: operasi tidak normal, pelanggaran data, injeksi SQL, dan serangan kerentanan. Fitur ini secara otomatis mendeteksi risiko seperti operasi berisiko tinggi, injeksi SQL, serta pola akses baru.

Kemampuan utama:

  • Audit alerts: Memberikan peringatan untuk lima jenis risiko — operasi tidak normal, pelanggaran data, injeksi SQL, serangan kerentanan, dan akses baru.

  • Anomaly alerts: Mendeteksi operasi data sensitif yang tidak normal (seperti aliran dan perilaku data tidak biasa) menggunakan model bawaan atau kustom.

  • Alert rules: Mengelola aturan audit database bawaan dan model deteksi anomali. Anda dapat membuat model deteksi kustom berdasarkan database, tabel, field, sumber akses, dan instans untuk menerapkan kebijakan keamanan yang fleksibel.

  • Whitelists: Menambahkan akun dan alamat IP tepercaya untuk mengidentifikasi serta mengisolasi sumber akses dan mengurangi false positive.

Aktifkan audit keamanan

Anda dapat mengaktifkan audit keamanan untuk satu instans atau beberapa instans sekaligus.

Metode 1: Aktifkan audit keamanan untuk satu instans

Catatan

Metode ini hanya mengaktifkan audit keamanan untuk instans saat ini.

  1. Masuk ke DAS console.

  2. Di panel navigasi kiri, klik Intelligent O&M Center > Instance Monitoring.

  3. Temukan instans target dan klik ID instans untuk membuka halaman detail instans.

  4. Di panel navigasi kiri, klik Security Audit.

  5. Pada halaman Security Audit, klik Enable Security Audit.

  6. Konfigurasikan fitur dan periode retensi data audit, lalu klik Submit.

Metode 2: Aktifkan audit keamanan untuk beberapa instans

Catatan

Metode ini mengaktifkan audit keamanan untuk satu atau beberapa instans sekaligus.

  1. Masuk ke DAS console.

  2. Di panel navigasi kiri, pilih Security Center > Security Audit.

  3. Pilih instans yang belum memiliki audit keamanan diaktifkan.

  4. Klik Batch Modify > Batch Enable Security Audit.

  5. Konfigurasikan fitur audit keamanan dan periode retensi data, lalu klik Submit.