Database Autonomy Service (DAS) menggunakan analisis cache untuk memindai file backup Redis dan mengidentifikasi large key secara cepat. Analisis ini membantu Anda memahami distribusi kunci, penggunaan memori, dan detail masa berlaku agar dapat mengoptimalkan kinerja serta mencegah error kehabisan memori yang disebabkan oleh ketimpangan kunci.
Fitur
Fitur analisis cache mendukung instans berbasis memori maupun berbasis disk: instans berbasis memori dianalisis melalui snapshot Persistensi RDB, sedangkan instans berbasis disk dianalisis melalui statistik pemindaian native engine.
Batasan
Instansiasi basis data target harus terhubung ke DAS dan statusnya harus Normal Access.
Hanya struktur data Redis dan struktur data buatan sendiri Tair berikut yang didukung untuk analisis: TairString, TairHash, TairGIS, TairBloom, TairDoc, TairCpc, dan TairZset.
Jika spesifikasi instans telah diubah, Anda tidak dapat menganalisis file backup apa pun yang dibuat sebelum perubahan tersebut.
Prosedur
Masuk ke Konsol DAS.
Di panel navigasi kiri, klik .
Temukan instans target dan klik ID instans untuk membuka halaman detail instans.
Di panel navigasi kiri, pilih Request Analysis > Cache Analysis.
Pada halaman Cache Analysis, klik Analyze di pojok kanan atas.

Pada kotak dialog Cache Analysis, konfigurasikan parameter berikut.
Parameter
Description
Node
Pilih ID node yang akan dianalisis.
CatatanAnda dapat memilih untuk menganalisis seluruh instans atau node tertentu.
Analysis Method
Pilih file backup untuk analisis sesuai kebutuhan Anda:
Use Recent Backup File: Menganalisis file backup terbaru.
Create New Backup for Analysis: Membuat dan menganalisis backup baru untuk mencerminkan kondisi terkini instans.
Select a historical backup file: Pilih dan analisis file backup historis.
CatatanSaat menganalisis file backup yang sudah ada, pastikan stempel waktunya sesuai dengan ekspektasi Anda.
Delimiter
Masukkan delimiter yang digunakan untuk mengidentifikasi awalan kunci. Anda tidak perlu memasukkan apa pun jika menggunakan delimiter default:
:;,_-+@=|#.Klik OK.
Temukan tugas analisis yang telah selesai di daftar Cache Analysis. Di kolom Actions, klik Details untuk melihat hasil analisis berikut:
Basic Information: Menyediakan properti dasar instans target dan metode analisis yang digunakan.
Relevant Nodes: Menampilkan status memori dan statistik kunci untuk setiap node dalam kluster Redis Community Edition. Area Relevant nodes menampilkan Node ID, Memory Usage (Byte), dan Key Count untuk setiap node dalam bentuk tabel.
CatatanInformasi ini hanya ditampilkan saat Anda menganalisis seluruh instans kluster Redis Community Edition.
Details: Memberikan rincian penggunaan memori instans, termasuk metrik seperti Daily Growth within Seven Days, Total Number of Keys, Memory Usage of Keys, Distribution of Keys, Memory Usage of Elements, Distribution of Elements, Distribution of Key Expiration Time (Memory), dan Distribution of Key Expiration Time (Quantity). Bagian ini juga mencantumkan 100 large key teratas yang diurutkan berdasarkan penggunaan memori, jumlah total, dan awalan kunci.
FAQ
Q: Mengapa Memory Usage of Keys yang ditampilkan dalam hasil analisis cache lebih kecil daripada penggunaan memori aktual?
A: Analisis cache hanya mengurai ukuran serialisasi kunci dan nilai dalam file RDB, yang hanya mencakup sebagian dari
used_memory. Metrikused_memoryjuga mencakup komponen berikut, yang tidak dihitung dalam analisis:Overhead dari struktur data dan pointer untuk kunci dan nilai. Analisis juga tidak memperhitungkan overhead memori dari penyelarasan byte jemalloc. Misalnya, untuk 250 juta kunci, overhead ini dapat mencapai 2 GB hingga 3 GB.
Buffer output klien, buffer kueri, buffer rewrite AOF, dan backlog replikasi.
Q: Apa saja delimiter awalan kunci untuk analisis cache Redis?
A: Delimiter default adalah
:;,_-+@=|#.Q: Untuk kunci tipe String dalam analisis cache Redis, mengapa jumlah elemen dan panjang elemen sama?
A: Untuk kunci tipe String, jumlah elemen sama dengan panjangnya.
Q: Bagaimana menangani error
decode rdbfile error: rdb: unknown object type 116 for key XX?A: Error ini menunjukkan bahwa terdapat struktur Bloom non-standar dalam instans Redis. Anda dapat menghapus kunci dengan struktur Bloom tersebut atau melakukan upgrade instans Redis ke Tair (Edisi Perusahaan) dan mengubah struktur Bloom non-standar menjadi struktur TairBloom.
Q: Bagaimana menangani error
decode rdbfile error: rdb: invalid file format?A: Error ini menunjukkan bahwa file backup yang dipilih tidak valid. Periksa apakah spesifikasi instans diubah setelah backup dibuat. Selain itu, periksa apakah Enkripsi data transparan (TDE) diaktifkan, karena informasi terenkripsi tidak dapat dianalisis.
Q: Bagaimana menangani error
decode rdbfile error: rdb: unknown module type?A: Error ini menunjukkan bahwa file backup berisi struktur data buatan sendiri yang tidak didukung untuk analisis.
Q: Bagaimana menangani error
XXX backup failedsetelah memilih "Create New Backup for Analysis"?A: Perintah BGSAVE atau BGREWRITEAOF sedang berjalan pada instans, sehingga menyebabkan backup untuk tugas analisis cache gagal. Buat backup baru untuk analisis selama jam sepi atau pilih file backup historis untuk dianalisis.
Q: Mengapa hasil analisis cache untuk struktur data Stream beberapa kali lebih besar daripada nilai aktualnya?
A: Fitur analisis cache hanya memberikan perkiraan untuk struktur data Stream yang kompleks, yang menggunakan radix tree dan listpack. Perkiraan ini dapat menyebabkan penyimpangan dalam hasil analisis.
CatatanPenyimpangan dalam hasil analisis ini bersifat statistik semata dan tidak memengaruhi fungsionalitas instans basis data.
Dokumentasi terkait
Untuk informasi tentang penggunaan fitur analisis cache di Konsol Redis, lihat Offline key analysis.
Referensi API
API | Deskripsi |
Membuat tugas analisis cache. | |
Menanyakan detail tugas analisis cache. | |
Menanyakan daftar tugas analisis cache. |