Topik ini menjelaskan cara menghubungkan pusat data menggunakan kebijakan perutean Cloud Enterprise Network (CEN).
Prasyarat
Fitur ini hanya didukung oleh router transit Edisi Dasar.
Pusat data terhubung ke Alibaba Cloud melalui sirkuit Express Connect. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Buat dan Kelola Koneksi Khusus Melalui Sirkuit Express Connect.
Instans CEN telah dibuat. Instans jaringan yang ingin dihubungkan telah dilampirkan ke instans CEN. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Instans CEN dan Kelola Koneksi Instans Jaringan.
Sebuah paket bandwidth telah dibeli dan bandwidth untuk komunikasi antar wilayah telah dialokasikan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Bekerja dengan Paket Bandwidth dan Kelola Koneksi Antar Wilayah.
Informasi latar belakang
Sistem secara otomatis menambahkan kebijakan perutean default ke router transit dari instans CEN. Nilai prioritas dari kebijakan perutean default adalah 5000, dengan tindakan Tolak. Kebijakan perutean ini mencegah virtual border routers (VBR) berkomunikasi satu sama lain saat terlampir pada instans CEN. Namun, dalam beberapa skenario, Anda mungkin perlu mengizinkan VBR berkomunikasi satu sama lain.

Seperti ditunjukkan pada gambar di atas, Pusat Data 1 berada di wilayah China (Beijing) dan terhubung ke Alibaba Cloud menggunakan VBR 1. Pusat Data 2 berada di wilayah China (Hangzhou) dan terhubung ke Alibaba Cloud menggunakan VBR 2. VBR 1 dan VBR 2 terlampir pada instans CEN. Secara default, Pusat Data 1 dan Pusat Data 2 tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Untuk mengaktifkan komunikasi antara keduanya, Anda dapat mengonfigurasi kebijakan perutean untuk VBR dengan langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Tambahkan kebijakan perutean yang mengizinkan Pusat Data 1 mengakses Pusat Data 2
Masuk ke Konsol CEN.
Di halaman Instances, klik ID instans CEN yang ingin dikelola.
Di halaman detail instans, klik ID router transit di wilayah tempat Anda ingin membuat kebijakan perutean.
Di halaman detail router transit, klik tab Route Table dan pilih Routing Policies.
Di tab Routing Policies, klik Add Routing Policy. Atur parameter berikut dan klik OK:
Route Policy Priority: Masukkan nilai prioritas untuk kebijakan perutean. Nilai yang lebih kecil menunjukkan prioritas yang lebih tinggi. Dalam contoh ini, masukkan 20.
Description: Masukkan deskripsi untuk kebijakan perutean. Parameter ini opsional.
Region: Pilih wilayah tempat Anda ingin menerapkan kebijakan perutean. Dalam contoh ini, pilih China (Beijing).
Policy Direction: Pilih arah tempat Anda ingin menerapkan kebijakan perutean. Dalam contoh ini, pilih Egress Regional Gateway.
Match Conditions: Konfigurasikan kondisi pencocokan untuk kebijakan perutean. Dalam contoh ini, tentukan kondisi berikut:
Source Instance ID List: Pilih ID VBR 2.
Destination Instance ID List: Pilih ID VBR 1.
Action Policy: Pilih tindakan yang ingin dilakukan pada rute yang memenuhi kondisi pencocokan. Dalam contoh ini, pilih Allow.
Setelah kebijakan perutean dibuat, Anda dapat melihat rute yang mengizinkan Pusat Data 1 mengakses Pusat Data 2 di tab Network Routes.

Langkah 2: Tambahkan kebijakan perutean yang mengizinkan Pusat Data 2 mengakses Pusat Data 1
Di panel navigasi sebelah kiri, klik Instances.
Di halaman Instances, klik ID instans CEN yang ingin dikelola.
Di halaman detail instans, klik ID router transit di wilayah tempat Anda ingin membuat kebijakan perutean.
Di halaman detail router transit, klik tab Route Table dan pilih Routing Policies.
Di halaman Routing Policies, klik Add Routing Policy. Atur parameter berikut dan klik OK:
Routing Policy Priority: Masukkan nilai prioritas untuk kebijakan perutean. Nilai yang lebih kecil menunjukkan prioritas yang lebih tinggi. Dalam contoh ini, masukkan 20.
Description: Masukkan deskripsi untuk kebijakan perutean. Parameter ini opsional.
Region: Pilih wilayah tempat Anda ingin menerapkan kebijakan perutean. Dalam contoh ini, pilih China (Hangzhou).
Policy Direction: Pilih arah tempat Anda ingin menerapkan kebijakan perutean. Dalam contoh ini, pilih Egress Regional Gateway.
Match Conditions: Konfigurasikan kondisi pencocokan untuk kebijakan perutean. Dalam contoh ini, tentukan kondisi berikut:
Source Instance ID List: Pilih ID VBR 1.
Destination Instance ID List: Pilih ID VBR 2.
Action Policy: Pilih tindakan yang ingin dilakukan pada rute yang memenuhi kondisi pencocokan. Dalam contoh ini, pilih Allow.
Setelah kebijakan perutean dibuat, Anda dapat melihat rute yang mengizinkan Pusat Data 2 mengakses Pusat Data 1 di tab Network Routes.

Langkah 3: Uji konektivitas antara Pusat Data 1 dan Pusat Data 2
Buka prompt perintah di komputer di Pusat Data 1.
Jalankan perintah ping untuk ping alamat IP komputer di Pusat Data 2 guna menguji konektivitas.
Hasilnya menunjukkan bahwa komputer di Pusat Data 1 dapat mengakses komputer di Pusat Data 2.

Buka prompt perintah di komputer di Pusat Data 2.
Jalankan perintah ping untuk ping alamat IP komputer di Pusat Data 1 guna menguji konektivitas.
Hasilnya menunjukkan bahwa komputer di Pusat Data 2 dapat mengakses komputer di Pusat Data 1.
