Fitur Serve Stale Content merupakan alat kunci untuk toleransi kesalahan dan ketersediaan di Alibaba Cloud CDN. Fitur ini menyajikan konten statis kedaluwarsa dari node CDN ketika server origin mengalami error, seperti timeout atau saat mengembalikan kode status 4xx atau 5xx. Pendekatan ini meningkatkan ketersediaan dan pengalaman pengguna dengan mempertahankan akses ke situs web Anda selama gangguan sementara pada server origin. Fitur ini tidak berlaku untuk resource dinamis.
Kasus penggunaan
Kegagalan atau ketidaktersediaan server origin: Ketika server origin gagal atau tidak tersedia akibat masalah seperti downtime server, gangguan jaringan, atau error aplikasi, node CDN tidak dapat mengambil konten terbaru dari server origin.
-
Jika fitur Serve Stale Content dinonaktifkan, node CDN mencoba melakukan origin fetch saat menerima permintaan pengguna. Jika terjadi error origin, proses fetch gagal, dan pengguna tidak dapat mengakses situs web.
-
Jika fitur Serve Stale Content diaktifkan, node CDN dapat menyajikan konten kedaluwarsa dari cache-nya selama terjadi error origin. Hal ini menjamin aksesibilitas situs web.
Cara kerja
Prosedur
-
Masuk ke CDN console.
-
Di panel navigasi sebelah kiri, klik Domain Names.
-
Pada halaman Domain Names, temukan nama domain yang ingin Anda kelola, lalu klik Manage di kolom Actions.
-
Di panel navigasi sebelah kiri untuk domain tersebut, klik Cache.
-
Klik tab Serve Stale Content, lalu klik Configure.
Parameter
Wajib
Bawaan
Deskripsi
Honor Origin
Opsional
Dinonaktifkan. Secara bawaan, waktu kedaluwarsa diperpanjang ditentukan oleh pengaturan Extended Expiration Time.
Jika Anda mengaktifkan parameter ini dan respons server origin menyertakan header
Cache-Control: stale-if-error=xx, Alibaba Cloud CDN menggunakan nilai dari direktifstale-if-errorsebagai waktu kedaluwarsa diperpanjang.Origin Exception Status Code
Opsional
Secara bawaan, error origin didefinisikan sebagai timeout origin fetch atau kode status 5xx dari server origin.
Gunakan wildcard seperti
4xxdan5xx, atau tentukan kode eksplisit seperti502dan504.Anda dapat memasukkan beberapa kode status. Pisahkan dengan koma.
Extended Expiration Time
Opsional
3.600 detik (1 jam)
Waktu maksimum untuk menyajikan objek kedaluwarsa dari cache setelah TTL-nya habis. Nilai minimum adalah 1 detik.
-
Klik OK.
FAQ
Status code TTL vs. Serve Stale Content
Status code TTL dan Serve Stale Content keduanya merupakan fitur optimasi cache yang disediakan oleh Alibaba Cloud CDN, tetapi memiliki pemicu, konten cache, tujuan, dan metode konfigurasi yang berbeda. Fitur status code TTL terutama digunakan untuk menyimpan respons dengan kode status tertentu guna mengurangi permintaan ke server origin. Sebaliknya, fitur Serve Stale Content digunakan untuk menyajikan konten kedaluwarsa selama terjadi error origin guna meningkatkan ketersediaan. Sesuai kebutuhan bisnis Anda, Anda dapat memilih fitur yang tepat untuk mengoptimalkan performa dan pengalaman pengguna situs web Anda.
|
Perbedaan |
Status Code TTL |
Serve Stale Content |
|
Pemicu |
Fitur ini dipicu ketika server origin mengembalikan respons dengan kode status HTTP tertentu. |
Fitur ini dipicu ketika server origin gagal, timeout, atau mengembalikan kode status error tertentu. |
|
Konten cache |
Menyimpan respons untuk kode status tertentu dari server origin, seperti halaman 404. |
Menggunakan konten kedaluwarsa yang sudah tersimpan di node Alibaba Cloud CDN. Konten ini dapat berupa jenis resource apa pun. |
|
Tujuan |
Untuk mengurangi beban server origin dan meningkatkan kecepatan respons. |
Untuk meningkatkan ketersediaan situs web dan pengalaman pengguna dengan menyajikan konten kedaluwarsa selama terjadi error origin. |
|
Metode konfigurasi |
Dikonfigurasi di pengaturan cache Alibaba Cloud CDN untuk kode status HTTP tertentu. |
Dikonfigurasi dengan mengaktifkan fitur dan menetapkan waktu kedaluwarsa diperpanjang. |
Secara ringkas, kami merekomendasikan mengonfigurasi fitur Serve Stale Content untuk error origin, seperti timeout origin fetch atau kode status 5xx/4xx. Fitur ini ideal untuk meningkatkan ketersediaan dan pengalaman pengguna selama gangguan pada origin. Sebaliknya, fitur status code TTL lebih cocok untuk menyimpan cache kode status tertentu seperti 404 atau 500 guna meningkatkan kecepatan respons dan mengurangi beban origin, tetapi perannya selama error origin terbatas. Anda dapat mengonfigurasi kedua fitur ini secara terpisah atau bersamaan untuk mencapai performa dan ketersediaan optimal.
Namun, Anda harus menetapkan durasi dan aturan cache yang sesuai berdasarkan kebutuhan bisnis dan arsitektur situs web Anda. Durasi cache yang terlalu panjang dapat mencegah pengguna menerima konten terbaru, sedangkan durasi yang terlalu pendek mungkin tidak efektif dalam mengurangi beban server origin.