All Products
Search
Document Center

CDN:Konfigurasikan range origin fetch

Last Updated:Apr 25, 2026

Fitur range origin fetch memungkinkan Titik Kehadiran (POP) menyertakan header Range dalam permintaannya ke server origin. Saat menerima permintaan tersebut, server origin hanya mengembalikan bagian resource yang diminta. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi pengiriman file, mengurangi lalu lintas kembali ke asal dan beban pada server origin, serta mempercepat waktu respons.

Latar Belakang

Header Range dalam permintaan HTTP menentukan bagian mana dari sebuah resource yang akan diambil. Misalnya, permintaan dengan header Range: bytes=0-100 meminta 101 byte pertama dari sebuah file.

Setelah Anda mengaktifkan fitur range origin fetch, ketika menerima permintaan pengguna, jika resource belum di-cache di POP atau sudah kedaluwarsa, POP akan melakukan pengambilan asal menggunakan permintaan Range. Hal ini memungkinkan POP mengambil hanya bagian resource yang diperlukan dari server origin secara bertahap (dalam segmen) dan menyimpannya di cache POP.

Diagram berikut menggambarkan cara kerja range origin fetch.

Catatan Penggunaan

Sebelum mengaktifkan range origin fetch, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Pastikan server origin Anda mendukung permintaan Range. Server origin harus mampu memproses header Range dan merespons dengan status 206 Partial Content. Jika tidak, mengaktifkan fitur ini dapat menyebabkan masalah caching atau kegagalan permintaan klien.

  • Range origin fetch merupakan fitur opsional dan secara default dinonaktifkan di Konsol.

  • Fitur Multipart Ranges secara default dinonaktifkan. Mengaktifkan range origin fetch tidak secara otomatis mengaktifkan Multipart Ranges. Untuk mengaktifkan fitur ini, submit a ticket.

  • Mengaktifkan range origin fetch meningkatkan QPS pengambilan asal, yang dapat memicu Pembatasan laju pada server origin Anda. Untuk mengatasi masalah ini, panggil operasi DescribeL2VipsByDomain untuk mengambil alamat IP POP pengambilan asal, lalu tambahkan alamat IP tersebut ke daftar izin (allowlist) alamat IP server origin Anda.

Prosedur

  1. Masuk ke CDN console.

  2. Di panel navigasi kiri, klik Domain Names.

  3. Pada halaman Domain Names, temukan nama domain target dan klik Manage di kolom Actions.

  4. Di panel navigasi domain, klik Video.

  5. Di bagian Range Origin Fetch, klik Modify.

  6. Berdasarkan deskripsi parameter dalam tabel berikut, pilih Do Not Enable Range Origin Fetch, Match Client, atau Enable Range Origin Fetch (Recommended for Large File Delivery).

    Jika Anda memilih Match Client atau Enable Range Origin Fetch (Recommended for Large File Delivery), Anda dapat mengatur ukuran shard. Ukuran shard default adalah 512 KB.

    Parameter

    Opsi

    Deskripsi

    Contoh

    Range Origin Fetch

    Do Not Enable Range Origin Fetch

    Secara default, opsi Do Not Enable Range Origin Fetch dipilih, artinya terlepas dari apakah klien mengirim permintaan Range ke POP CDN, POP CDN akan meminta seluruh file saat pengambilan asal, sehingga efisiensi distribusi file besar menjadi rendah.

    Misalnya, jika permintaan dari klien ke POP CDN berisi Range: bytes=0-100, POP CDN mengirim permintaan ke server origin tanpa parameter Range. Server origin mengirim seluruh file ke POP CDN. Misalnya, jika file berukuran 10 MB, server origin mengirim file 10 MB tersebut ke POP CDN. POP CDN menyimpan file yang diterima dari server origin di cache, lalu merespons klien dengan konten untuk permintaan Range: bytes=0-100.

    Match Client

    Setelah Anda mengaktifkan Match Client, jika klien mengirim permintaan Range ke POP CDN, POP CDN melakukan pengambilan asal menggunakan permintaan Range. Untuk permintaan pengambilan asal pertama, POP CDN meminta blok data dari server origin Anda. Ukuran blok ini ditentukan dengan membulatkan ukuran range dari permintaan klien ke kelipatan bilangan bulat terdekat dari ukuran shard. Semua permintaan pengambilan asal berikutnya menggunakan ukuran shard yang Anda tentukan.

    Misalnya, ketika ukuran shard adalah 512 KB, jika klien mengirim permintaan ke POP CDN yang berisi Range:bytes=0-614399 (yaitu 600 KB), dan file tersebut belum di-cache di POP CDN, pengambilan asal pertama mengambil shard 1024 KB (600 KB dibulatkan ke atas menjadi 1024 KB). Untuk permintaan berikutnya terhadap shard lain yang belum di-cache dari file tersebut, POP CDN mengakses server origin menggunakan ukuran shard 512 KB.

    Enable Range Origin Fetch (Recommended for Large File Delivery)

    Setelah Enable Range Origin Fetch (Recommended for Large File Delivery) diaktifkan, terlepas dari apakah klien mengirim permintaan Range ke POP CDN, POP CDN selalu menggunakan permintaan Range untuk pengambilan asal. Semua permintaan Range yang dikirim dari POP CDN ke server origin menggunakan ukuran shard yang Anda tentukan.

    Tidak ada

    Shard Size

    • 512 KB

    • 1 MB

    • 2 MB

    • 4 MB

    Anda dapat mengatur ukuran shard jika memilih Match Client atau Enable Range Origin Fetch (Recommended for Large File Delivery). Ukuran default adalah 512 KB.

    1 MB

    Rule Condition

    Kondisi aturan menentukan apakah konfigurasi berlaku untuk suatu permintaan dengan mengevaluasi berbagai parameter dalam permintaan tersebut.

    Penting

    Saat suatu fitur mereferensikan kondisi aturan yang dikonfigurasi di Mesin aturan, urutan eksekusi mengikuti prioritas kondisi aturan terkait, bukan urutan konfigurasi fitur.

    • Do not use conditions: Menonaktifkan aturan bersyarat.

    • Anda dapat menambah atau mengedit aturan kondisional di Rules engine.

    Kondisi aturan mengevaluasi parameter dalam permintaan pengguna untuk menentukan apakah konfigurasi berlaku.

    Do not use

  7. Klik OK untuk menyimpan konfigurasi.