Untuk mencegah tagihan tinggi akibat lonjakan bandwidth yang disebabkan oleh serangan atau penggunaan tidak sah, Anda dapat mengonfigurasi batas penggunaan. Fitur ini memungkinkan Anda mengontrol bandwidth maksimum, transfer data, dan jumlah Permintaan HTTPS untuk nama domain yang dipercepat, membantu Anda mengurangi kerugian dari lonjakan Trafik yang tidak terduga.
Mengapa menggunakannya
Saat menggunakan CDN untuk mempercepat layanan Anda, Anda mungkin menghadapi situasi berikut:
Lonjakan trafik: Kunjungan ke situs web atau aplikasi Anda mungkin tiba-tiba meningkat karena tren sosial atau acara tertentu. Hal ini dapat menyebabkan Bandwidth CDN atau penggunaan data melonjak, sehingga menghasilkan biaya yang lebih tinggi.
Serangan jahat: Layanan Anda menjadi target serangan DDoS atau serangan lainnya. Penyerang menghasilkan sejumlah besar permintaan atau mengonsumsi sejumlah besar Bandwidth dalam waktu singkat, mengganggu bisnis Anda dan menyebabkan kerugian finansial.
Untuk secara proaktif mengelola biaya dan mengurangi risiko ini, Anda dapat menggunakan fitur batas penggunaan.
Apa itu batas penggunaan
Fitur batas penggunaan mencakup tiga opsi: Batas Bandwidth, Batas Trafik, dan Batas Permintaan HTTPS. Saat salah satu aturan dipicu, nama domain yang dipercepat akan secara otomatis diambil offline. Layanan akan dilanjutkan secara otomatis setelah waktu pembukaan blokir yang telah ditetapkan tercapai.
Batas Trafik
Fitur ini menghitung total transfer data dari nama domain dalam periode tertentu. Saat transfer data kumulatif melebihi ambang batas yang dikonfigurasi, aturan batas dipicu. Fitur ini cocok untuk pengguna yang ditagih berdasarkan metode bayar-berdasarkan-transfer-data. Ini membantu Anda mengontrol total biaya dan tetap berada dalam anggaran.
Parameter | Deskripsi |
Statistical Period | Periode statistik untuk mengumpulkan penggunaan transfer data. Sistem mengumpulkan transfer data dalam periode ini dan membandingkannya dengan ambang batas. |
Threshold | Total transfer data maksimum yang diizinkan dalam periode statistik. Saat transfer data kumulatif melebihi ambang batas ini, nama domain yang dipercepat akan diambil offline. Nilai valid: 1 MB hingga 10.000 TB. |
Unblocking Time | Setelah nama domain diambil offline, sistem memulai timer dari saat aturan dipicu. Saat waktu pembukaan blokir yang Anda tetapkan tercapai, nama domain akan diaktifkan kembali secara otomatis, dan percepatan dilanjutkan. |
Batas Bandwidth
Fitur ini memantau Bandwidth puncak dari nama domain selama periode layanan. Saat Bandwidth real-time yang dipantau melebihi ambang batas yang dikonfigurasi, aturan batas dipicu. Fitur ini sangat cocok untuk pengguna yang ditagih berdasarkan metode bayar berdasarkan puncak bandwidth. Ini secara efektif mengontrol Bandwidth penagihan maksimum.
Nama Parameter | Deskripsi Parameter |
Threshold | Bandwidth keluar puncak dari nama domain yang dipantau oleh titik kehadiran CDN (POPs). Saat bandwidth puncak melebihi ambang batas ini, nama domain yang dipercepat akan diambil offline. Nilai valid: 1 Mbps hingga 1 Tbps. |
Unblocking Time | Setelah nama domain diambil offline, sistem memulai timer dari saat aturan dipicu. Saat waktu pembukaan blokir yang Anda tetapkan tercapai, nama domain akan diaktifkan kembali secara otomatis, dan percepatan dilanjutkan. |
Batas Permintaan HTTPS
Fitur ini menghitung jumlah total Permintaan HTTPS untuk nama domain dalam periode tertentu. Saat jumlah permintaan kumulatif melebihi ambang batas yang dikonfigurasi, aturan batas dipicu. Fitur ini cocok untuk skenario bisnis yang memerlukan kontrol anggaran ketat atas jumlah Permintaan HTTPS.
Nama Parameter | Deskripsi Parameter |
Statistical Period | Periode statistik untuk mengumpulkan jumlah permintaan HTTPS. Sistem mengumpulkan jumlah permintaan dalam periode ini dan membandingkannya dengan ambang batas. |
Threshold | Jumlah total maksimum permintaan HTTPS yang diizinkan dalam periode statistik. Saat jumlah permintaan kumulatif melebihi ambang batas ini, nama domain yang dipercepat akan diambil offline. Nilai valid: 1 juta hingga 10 miliar. |
Unblock Time | Setelah nama domain diambil offline, sistem memulai timer dari saat aturan dipicu. Saat waktu pembukaan blokir yang Anda tetapkan tercapai, nama domain akan diaktifkan kembali secara otomatis, dan layanan percepatan CDN dilanjutkan. |
Sebelum Anda mulai
Latensi pemantauan data: Data pemantauan penggunaan memiliki latensi sekitar 10 menit. Setelah penggunaan Anda mencapai ambang batas, sistem membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengambil Domain offline. Selama penundaan ini, penggunaan sumber daya seperti transfer data, Bandwidth, dan permintaan akan ditagih seperti biasa.
Evaluasi ambang batas dengan hati-hati: Setelah Anda mengonfigurasi batas penggunaan, jika ambang batas tercapai, nama Domain Anda akan diambil offline. Ini mengganggu akses melalui CDN dan menyebabkan semua permintaan gagal. Anda harus mengevaluasi ambang batas dengan hati-hati berdasarkan data layanan historis dan ekspektasi masa depan untuk menghindari gangguan layanan.
Logika pembukaan blokir otomatis: Setelah nama Domain diambil offline karena batas penggunaan dipicu, sistem secara otomatis memulai timer reaktivasi berdasarkan Waktu Pembukaan Blokir yang dikonfigurasi.
Reaktivasi manual nama Domain selama periode ini tidak menghentikan timer. Sistem masih akan mencoba mereaktivasi nama Domain saat timer berakhir.
Untuk menjaga nama Domain tetap offline setelah batas dipicu, Anda harus menghapus konfigurasi batas penggunaan. Ini mencegah sistem membawa nama Domain kembali online secara otomatis.
Pengaturan
Di halaman Domain Names, temukan nama Domain yang ingin Anda kelola dan klik Manage di kolom Actions.
Di pohon navigasi sisi kiri nama Domain, klik Traffic Throttling.
Di tab Usage Cap, pilih kebijakan batas yang ingin Anda konfigurasi.
Klik Configure. Pilih Statistical Period, Cap, dan Unblocking Time yang sesuai berdasarkan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang parameter, lihat Apa itu batas penggunaan.
Klik OK. Aturan dibuat dan mulai berlaku.