OpenTelemetry eBPF Instrumentation (OBI) menggunakan pendekatan zero-instrumentation untuk mengirim data jejak ke Cloud Monitor 2.0, sehingga memungkinkan pemantauan aplikasi secara otomatis. Anda kemudian dapat melihat data observabilitas seperti topologi aplikasi, jejak panggilan, transaksi gagal, transaksi lambat, dan analisis SQL.
Ikhtisar komponen OBI
OBI berbasis teknologi eBPF dan diterapkan sebagai DaemonSet pada node kluster. Komponen ini secara otomatis mengumpulkan metrik dan jejak aplikasi tanpa mengharuskan Anda memodifikasi kode aplikasi atau menyuntikkan sidecar.
OBI secara otomatis mendeteksi protokol berikut:
Protocol | Description |
HTTP | Tracing permintaan dan respons HTTP/1.x serta HTTP/2 |
gRPC | Tracing panggilan gRPC Unary dan Streaming |
SQL | Tracing kueri database MySQL, PostgreSQL, dan lainnya |
Redis | Tracing panggilan perintah Redis |
Kafka | Tracing pesan produsen dan konsumen Kafka |
GenAI | Tracing untuk panggilan AI, termasuk OpenAI, Anthropic, Qwen, MCP, Embedding, dan Rerank |
OBI mengekspor data telemetri yang dikumpulkan ke Managed Service for OpenTelemetry melalui OpenTelemetry Protocol (OTLP).
Langkah 1: Dapatkan informasi titik akhir
Masuk ke Konsol Cloud Monitor 2.0, pilih ruang kerja target, lalu klik Integration Center di panel navigasi sebelah kiri.
Pada bagian Server-side Applications, klik kartu OpenTelemetry.
Pada bagian Parameter Configuration, klik Click to obtain di samping LicenseKey untuk mendapatkan nilai
OTEL_EXPORTER_OTLP_HEADERSdanOTEL_EXPORTER_OTLP_ENDPOINT. Konsol kemudian akan menghasilkan kode integrasi yang sesuai, termasuk titik akhir dan kunci lisensi.
Langkah 2: Instal dan konfigurasikan komponen OBI
Instal komponen OBI
Masuk ke Konsol Container Service for Kubernetes (ACK), lalu di panel navigasi sebelah kiri, pilih Clusters dan klik nama kluster target.
Di panel navigasi sebelah kiri, pilih Operations > Add-ons. Temukan komponen
arms-obidan klik Install.Klik Next untuk menyelesaikan instalasi. Sesuaikan batas CPU dan memori sesuai kebutuhan.
CatatanJika suatu node menjalankan banyak aplikasi, tingkatkan batas CPU dan memori komponen OBI untuk mencegah kegagalan pengumpulan data akibat kekurangan sumber daya.
Scenario
CPU request / limit
Memory request / limit
Light load (4 Pods, total QPS < 1.000)
100m / 250m
128Mi / 256Mi
Medium load (4–8 Pods, total QPS 1.000–5.000)
250m / 500m
256Mi / 512Mi
High load (8 Pods, total QPS > 5.000)
500m / 1000m
512Mi / 1Gi
Heavy load (8+ Pods, total QPS > 20.000)
1000m / 2000m
1Gi / 2Gi
Konfigurasikan target pemantauan
Di kluster ACK, buka Configurations > ConfigMaps. Ubah namespace menjadi
obi-system, temukan ConfigMaparms-obi-config, lalu klik Edit.Tambahkan deployment, namespace, dan nama tampilan untuk aplikasi yang ingin Anda pantau. Cloud Monitor 2.0 akan menampilkan nama ini untuk aplikasi tersebut. Berikut contoh konfigurasinya:
discovery: instrument: - k8s_deployment_name: "server" k8s_namespace: "arms-default" name: "server-test-obi"Setelah konfigurasi selesai, restart komponen OBI agar perubahan diterapkan.
PentingAnda harus merestart komponen OBI setiap kali menambahkan aplikasi baru agar konfigurasi terbaru berlaku.
Langkah 3: Verifikasi data pemantauan
Setelah mengonfigurasi komponen OBI, tunggu sekitar 2 menit sebelum memeriksa data pemantauan.
Masuk ke Konsol Cloud Monitor 2.0, pilih ruang kerja target, lalu di panel navigasi sebelah kiri, pilih All Features > Application Observability > Application Monitoring.
Di halaman Application List, klik nama aplikasi target untuk melihat data pemantauan, seperti topologi aplikasi, jejak panggilan, transaksi gagal, transaksi lambat, dan analisis SQL. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pemantauan Aplikasi.