Untuk melindungi layanan non-situs web (Lapisan 4) dengan Anti-DDoS Proxy, Anda dapat menambahkan aturan pengalihan guna mengarahkan lalu lintas ke alamat IP Anti-DDoS Proxy. Namun, agar dapat menggunakan nama domain untuk layanan tersebut dan mengaktifkan failover lalu lintas otomatis di beberapa alamat IP Anti-DDoS Proxy, kami merekomendasikan mendaftarkan layanan dengan menambahkan domain dan menggunakan rekaman CNAME.
Informasi latar belakang
Misalnya, Anda ingin melindungi layanan game menggunakan Anti-DDoS Proxy. Pengguna harus memperoleh alamat IP Anti-DDoS Proxy melalui resolusi nama domain server game (demo.aliyundoc.com). Layanan ini menggunakan port TCP 1234 dan 5678, dengan alamat IP origin 1.1.XX.XX.
Prosedur
-
Tambahkan website di Website Config untuk mendapatkan alamat CNAME.
Masuk ke Konsol Anti-DDoS Proxy.
Pada bilah navigasi atas, pilih wilayah instans Anda.
Anti-DDoS Proxy (Tiongkok daratan): Pilih wilayah Tiongkok daratan.
Anti-DDoS Proxy (luar Tiongkok daratan): Pilih wilayah luar Tiongkok daratan.
Pada panel navigasi kiri, pilih .
-
Pada halaman Website Config, klik Add Website. Konfigurasikan parameter website, lalu klik Add.
Berikut penjelasan parameter yang perlu dikonfigurasi:
-
Function Plan dan Instance: Pilih instans Anti-DDoS Proxy yang akan dikaitkan dengan nama domain. Dalam contoh ini, dua instans dengan Rencana fungsi ditingkatkan digunakan.
-
Websites: Masukkan nama domain layanan Anda. Dalam contoh ini, masukkan demo.aliyundoc.com.
-
Protocol Type dan Server Port: Pertahankan pengaturan default.
-
Server Address: Pilih Origin IP Address dan masukkan alamat IP sesuai skenario Anda.
-
Jika layanan website berjalan pada domain tersebut, Anda harus menentukan jenis protokol dan IP origin yang benar.
-
Jika tidak, Anda dapat memasukkan IP origin apa pun karena Anti-DDoS Proxy tidak menggunakan konfigurasi ini untuk pengalihan lalu lintas. Sebaliknya, lalu lintas dialihkan berdasarkan aturan pengalihan yang Anda tambahkan pada Langkah 2.
-
Untuk informasi lebih lanjut, lihat Add a website configuration.
-
Setelah Anda menambahkan website, Anti-DDoS Proxy akan menetapkan alamat CNAME untuk nama domain tersebut.
-
Tambahkan aturan pengalihan.
Pada panel navigasi kiri, pilih .
-
Pada halaman Port Config, pilih alamat IP Anti-DDoS Proxy, lalu klik Create Rule.
CatatanAlamat IP Anti-DDoS Proxy adalah salah satu alamat IP yang telah Anda kaitkan dengan domain pada Langkah 1.
-
Pada kotak dialog Create Rule, konfigurasikan parameter sesuai kebutuhan bisnis Anda, lalu klik OK.
Berikut penjelasan parameter yang perlu dikonfigurasi:
-
Forwarding Protocol: Dalam contoh ini, pilih TCP.
-
Redirection Port: Dalam contoh ini, masukkan 1234.
-
Origin Server Port: Dalam contoh ini, masukkan 1234.
-
Origin IP Address: Masukkan IP origin yang sebenarnya. Dalam contoh ini, IP-nya adalah 1.1.XX.XX.
Untuk informasi lebih lanjut, lihat Configure port forwarding rules.
-
-
Ulangi dua langkah sebelumnya untuk menambahkan aturan pengalihan lain pada alamat IP Anti-DDoS Proxy yang sama. Atur baik Redirection Port maupun Origin Server Port menjadi 5678. Setelah aturan dibuat, aturan tersebut akan muncul dalam daftar aturan pengalihan. Back-to-origin Mode diatur ke Round-robin, sedangkan Session Persistence dan Health Check dinonaktifkan secara default, serta DDoS Protection Policy diaktifkan secara default.
-
Ulangi tiga langkah sebelumnya untuk mengonfigurasi aturan pengalihan yang sama pada alamat IP Anti-DDoS Proxy lainnya.
-
Pada penyedia DNS Anda untuk domain (demo.aliyundoc.com), ubah pengaturan DNS untuk menambahkan rekaman CNAME yang mengarah ke alamat CNAME yang diperoleh pada Langkah 1. Pada pengaturan rekaman tersebut, atur host record menjadi game, pilih CNAME sebagai record type, dan masukkan alamat CNAME dari Anti-DDoS Proxy sebagai record value (misalnya,
xxx.aliyunddos0001.com).Untuk informasi selengkapnya, lihat Gunakan rekaman CNAME atau alamat IP untuk mengarahkan nama domain Anda ke Anti-DDoS Proxy.