Alokasikan, analisis, dan kurangi biaya resource kluster ACK dengan alat tata kelola berbasis FinOps.
Latar Belakang
Teknologi cloud-native mengurangi pengeluaran TI melalui berbagi sumber daya, isolasi, dan penskalaan, sehingga menjadi pilihan utama dalam transformasi TI perusahaan. Namun, Laporan FinOps Kubernetes 2021 dari CNCF menemukan bahwa 68% responden menghabiskan lebih banyak untuk komputasi setelah bermigrasi ke Kubernetes, dengan 36% melaporkan kenaikan di atas 20%. Lonjakan ini disebabkan oleh penerapan teknologi cloud-native yang tidak optimal dan kurangnya kontrol biaya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ACK menyediakan cost management suite, yaitu solusi tata kelola biaya berbasis FinOps yang dilengkapi fitur seperti pemeriksaan pemborosan resource dan prakiraan biaya resource. Dengan menggabungkan analisis tagihan, statistik penggunaan, dan kueri harga real-time, suite ini menghasilkan estimasi biaya per-pod yang akurat, yang mendukung alokasi biaya resource kluster, peningkatan pemanfaatan, dan pengurangan biaya.
Lihat dokumen resmi FinOps.
Solusi tata kelola biaya berbasis FinOps
Solusi ini menganalisis biaya resource berdasarkan dimensi fisik (node, node pool, resource group) dan dimensi logis (pod, workload, namespace) untuk membangun profil biaya yang komprehensif. FinOps memvisualisasikan pengeluaran TI di bidang bisnis, O&M, dan keuangan, serta melacak tanggung jawab—bukan kewajiban—untuk terus-menerus mengurangi biaya.

ACK mengelola pengeluaran TI melalui FinOps di tiga area: cost insights, cost optimization, dan cost control.
Cost insights
FinOps menyediakan model alokasi biaya dan profil biaya cerdas untuk metering, billing, serta alokasi biaya kontainer berdasarkan dimensi kluster, namespace, node pool, dan aplikasi.
-
Dimensi kluster memberikan wawasan tentang total resource dan biaya, menyoroti tren dan anomali. Jika fluktuasi pengeluaran kluster menyimpang dari ekspektasi, lakukan troubleshooting untuk mengidentifikasi penyebabnya.
-
Dimensi namespace memfilter dan menampilkan data resource serta biaya per namespace. Klasifikasikan departemen atau sistem bisnis berdasarkan namespace untuk melihat biaya yang dialokasikan menurut departemen atau sistem bisnis.
-
Dimensi node pool memberikan wawasan biaya pada tingkat node pool. Sebagian besar biaya kluster berasal dari Instance ECS yang dikelola oleh engineer O&M. Gunakan wawasan ini untuk menganalisis biaya resource node pool dan memilih metode penagihan yang tepat.
-
Filter aplikasi menggunakan wildcard label untuk melihat biaya dan resource-nya. Wawasan biaya aplikasi difokuskan pada optimasi biaya berdasarkan skenario tertentu. Misalnya, beri label pada semua aplikasi dalam suatu pipeline untuk memantau aplikasi yang saling bergantung dan menganalisis biaya seluruh pipeline tersebut.
Cost optimization
Cost optimization menyediakan strategi untuk mengidentifikasi dan meminimalkan pemborosan resource. Gunakan cost insights untuk memantau tren, lalu pilih dan terapkan strategi optimasi.
Strategi optimasi biaya umum meliputi:
-
Pilih metode penagihan yang tepat, seperti savings plan, untuk resource cloud Anda.
-
Gunakan fitur penskalaan aplikasi, seperti automatic node scaling, serverless scaling, penskalaan Instance ECS dan elastic container instance, serta horizontal pod scaling.
-
Gunakan kebijakan penjadwalan dan penjadwalan ulang pod untuk mengoptimalkan biaya.
-
Gunakan time-sharing colocation atau preemptible-instance colocation.
-
Optimalkan performa dengan non-uniform memory access (NUMA) atau vCore binding.
Buat profil resource untuk workload Kubernetes-native. Fitur ini menganalisis penggunaan resource historis dan merekomendasikan spesifikasi resource kontainer, sehingga menyederhanakan konfigurasi request dan limit. Lihat Resource profiling.
Cost control
Cost control mencakup manajemen anggaran, manajemen kuota, prakiraan biaya, dan peringatan biaya, serta mendukung skenario multi-cloud dan Cloud Hibrida.
Cost insights dan cost control merupakan langkah FinOps paling efektif untuk tata kelola biaya. Supervisor TI dan tim infrastruktur menggunakan cost insights untuk mengidentifikasi pemborosan resource dan cost control untuk menguranginya. Tim bisnis menangani cost optimization dengan memilih strategi berdasarkan keahlian mereka. Namun, strategi optimasi yang tidak tepat dapat menimbulkan technical debt, sehingga cost insights dan cost control lebih andal dalam mencapai tujuan tata kelola.
Prosedur tata kelola biaya

Tata kelola biaya TI perusahaan biasanya melibatkan tiga peran: supervisor TI atau analis keuangan, engineer O&M TI, dan engineer R&D.
-
Supervisor TI atau analis keuangan: memastikan biaya TI tetap dalam anggaran dan menghubungi engineer O&M TI jika terjadi kelebihan biaya anggaran.
-
Engineer O&M TI: menganalisis penyebab kelebihan biaya anggaran, merancang strategi optimasi, dan mendorong tim bisnis untuk menerapkannya.
-
Engineer R&D: menerapkan strategi optimasi dan melaporkan efektivitasnya.
Tata kelola biaya mencakup langkah-langkah berikut:
-
Lihat Dasbor biaya kluster dan periksa adanya pemborosan resource.
-
Jika Dasbor menunjukkan adanya pemborosan resource, identifikasi departemen atau bisnis yang bertanggung jawab dan temukan penyebabnya. Lakukan analisis berdasarkan namespace, node pool, atau aplikasi—elemen-elemen ini biasanya mewakili departemen, resource, dan bisnis.
-
Setelah menemukan penyebabnya, hubungi tim bisnis terkait guna mengoptimalkan biaya.
-
Lihat Dasbor biaya kluster atau Dasbor berbasis dimensi tertentu untuk memverifikasi hasil tata kelola biaya.