All Products
Search
Document Center

:Mengatasi downtime instans pasca-migrasi

Last Updated:Apr 28, 2026

Atasi kegagalan boot setelah migrasi Instance ECS, seperti kernel panic, blue screen, atau ketidakcocokan driver.

Latar Belakang

Keluarga instans ECS dan gambar publik menggunakan teknologi virtualisasi yang berbeda. Driver harus sesuai dengan arsitektur virtualisasi:

  • Keluarga lama (ecs.t1, ecs.s1): Menggunakan virtualisasi Xen. Gambar harus berisi driver Xen.

  • Keluarga KVM (misalnya, ecs.g5): Menggunakan virtualisasi KVM. Gambar harus berisi driver virtio.

  • Arsitektur Shenlong (misalnya, ecs.g7): Menggunakan arsitektur proprietary Shenlong. Gambar harus berisi driver virtio yang dioptimalkan.

Driver-driver ini dibangun ke dalam kernel OS. Kernel lama mungkin tidak memiliki driver yang diperlukan atau berisi versi yang sudah usang. Dalam kasus tersebut, instal atau perbarui driver secara manual.

Sebelum memulai

Masalah yang sudah ada pada instans sumber dapat menyebabkan kerusakan registri, error sistem file, atau kegagalan boot setelah migrasi. Lakukan langkah-langkah berikut sebelum melakukan migrasi:

  • Restart instans sebelum migrasi untuk memverifikasi bahwa OS dan aplikasi dapat boot dengan benar.

  • Buat Snapshot untuk mencadangkan data penting sebelum migrasi.

  • Buat custom image dari instans sumber dan launch instans uji dari keluarga berbasis KVM yang dituju.

Ketidakcocokan arsitektur Shenlong dengan OS lama

Arsitektur Shenlong tidak mendukung sistem operasi lama berikut karena keterbatasan kernel:

  • Windows: Windows Server 2003 dan versi sebelumnya. Windows Server 2008 Standard memerlukan pembersihan kunci registri Xen.

  • CentOS / Red Hat: 5.8 dan versi sebelumnya (kernel 2.6.18-348 atau lebih lama).

  • Debian: Versi sebelum 6.09. Upgrade ke 6.09+ untuk mengatasi masalah kompatibilitas KVM.

  • FreeBSD: Versi sebelum 11. FreeBSD 11/12 memerlukan Patch Alibaba Cloud.

  • Ubuntu: 10 dan versi sebelumnya. Ubuntu 12 dapat boot dengan kernel 3.2.

  • SUSE Linux Enterprise Server: 10 dan versi sebelumnya.

  • OpenSUSE: Versi sebelum 13.

  • Gentoo: Gambar Alibaba Cloud hanya mendukung Xen. Upgrade ke versi terbaru untuk kompatibilitas KVM.

Daftar ini berlaku untuk instans generasi ke-6. Instans generasi ke-7 dan seterusnya memiliki persyaratan yang lebih ketat.

Upgrade OS dengan mengganti disk sistem

Sistem operasi lama telah mencapai masa akhir pemeliharaan (End of Maintenance/EOM) dan menimbulkan risiko keamanan signifikan. Upgrade ke OS yang didukung. Lihat siklus hidup sistem operasi.

Alibaba Cloud menyediakan gambar publik untuk distribusi Linux dan Windows utama. Ganti disk sistem dengan gambar publik untuk melakukan upgrade.

Untuk memigrasikan data dan aplikasi, ganti sistem operasi.

  • Pulihkan data.

    Lepaskan disk sistem lama dan sambungkan ke instans baru sebagai data disk untuk menyalin file Anda.

  • Migrasikan layanan dan aplikasi.

    • Instal ulang aplikasi dan layanan pada disk sistem baru.

    • Pindahkan file database dan konfigurasi dari data disk ke lingkungan baru.

Kelebihan & Kekurangan:

  • Kelebihan: Fitur terbaru, patch keamanan, dan dukungan resmi. Penggantian satu klik melalui Konsol.

  • Kekurangan: Memerlukan backup data dan redeployment aplikasi secara manual.

Upgrade OS ke versi minor terbaru

Jika Anda tidak dapat mengganti OS, perbarui ke rilis minor terakhir (misalnya, CentOS 5 ke 5.11).

Kelebihan & Kekurangan:

  • Kelebihan: Mempertahankan data dan konfigurasi yang ada.

  • Kekurangan: OS tetap berstatus EOL. Kerentanan keamanan tetap ada, dan fitur modern (seperti pada CentOS 7/8) tidak tersedia.

Gunakan instans generasi sebelumnya

Jika aplikasi lama Anda memerlukan lingkungan versi sebelumnya, turunkan spesifikasi ke keluarga instans generasi kelima (misalnya, ecs.n, ecs.xn, ecs.c5) yang tidak menggunakan arsitektur Shenlong.

Kegagalan konfigurasi driver virtio

Jika driver virtio KVM tidak tersedia atau salah konfigurasi, instans mungkin gagal boot setelah migrasi. Penyebab umum:

  • Linux: Driver virtio tidak terinstal atau belum dikonfigurasi.

  • Windows: Driver gagal terinstal selama fase ISO.

  • Windows: Registri Windows rusak.

  • Perangkat lunak keamanan: Alat pihak ketiga (misalnya, 360 Total Security) memblokir instalasi driver.

Solusi

  • Instal driver virtio.

  • Linux: Jika kernel rusak, instal ulang kernel distribusi resmi.

  • Windows: Hubungi dukungan teknis untuk menyambungkan WinPE 3.0 ISO. Boot ke WinPE dan periksa driver virtio di Device Manager. Instal driver secara manual jika tidak tersedia.

  • Windows: Jalankan SFC (System File Checker) untuk memverifikasi integritas sistem. Hapus instalasi perangkat lunak keamanan pihak ketiga (misalnya, 360 Total Security) yang mungkin memblokir instalasi driver.