Topik ini menjelaskan cara mengonfigurasi database tujuan untuk tugas ETL.
Prasyarat
-
Anda hanya dapat membuat tugas ETL di wilayah berikut: Tiongkok (Hangzhou), Tiongkok (Shanghai), Tiongkok (Qingdao), Tiongkok (Beijing), Tiongkok (Zhangjiakou), Tiongkok (Shenzhen), Tiongkok (Guangzhou), dan Tiongkok (Hong Kong).
-
Database tujuan harus merupakan salah satu tipe berikut: MySQL, PolarDB for MySQL, Oracle, AnalyticDB for MySQL V3.0, PolarDB for PostgreSQL, PostgreSQL, DB2 for LUW, DB2 for iSeries (AS/400), AnalyticDB for PostgreSQL, SQL Server, MariaDB, PolarDB-X (Formerly DRDS), PolarDB for Oracle, atau Tablestore.
-
Database tujuan harus sudah ada.
-
Anda telah mengonfigurasi database sumber dan komponen transformasi.
-
Fitur ETL tidak mendukung migrasi skema. Anda harus membuat skema tabel yang diperlukan di database tujuan berdasarkan logika transformasi Anda. Misalnya, jika Anda melakukan join antara Tabel A (yang berisi Field 1, Field 2, dan Field 3) dan Tabel B (yang berisi Field 3, Field 4, dan Field 5) untuk menghasilkan output berupa Field 1, Field 2, Field 3, Field 4, dan Field 5, Anda harus membuat tabel tujuan, yaitu Tabel C, yang berisi kelima field tersebut.
Prosedur
Prosedur ini menggunakan MySQL sebagai contoh.
-
Buka halaman daftar tugas ETL.
-
Masuk ke Konsol Data Transmission Service (DTS).
-
Di panel navigasi sebelah kiri, klik ETL.
-
-
Di pojok kiri atas, klik
. Di kotak dialog Create Data Flow, masukkan nama untuk tugas ETL di bidang Data Flow Name, lalu pilih DAG untuk Development Method. -
Klik Confirm.
-
Konfigurasikan database sumber. Untuk informasi selengkapnya, lihat Konfigurasikan database sumber.
-
Konfigurasikan komponen transformasi. Untuk informasi selengkapnya, lihat Konfigurasikan komponen transformasi.
-
Dari daftar komponen di sebelah kiri, seret node Output (MySQL) ke kanvas di sebelah kanan.
-
Arahkan kursor ke komponen transformasi yang telah dikonfigurasi, klik titik koneksi, lalu seret garis untuk menghubungkan komponen tersebut ke node Output MySQL-1.
-
Klik node Output MySQL-1 di kanvas. Di panel yang muncul, konfigurasikan database tujuan.
-
Konfigurasikan node dengan menyetel parameter berikut.
Parameter
Deskripsi
Data source name
DTS secara otomatis menghasilkan nama sumber data. Tentukan nama deskriptif agar mudah diidentifikasi. Nama ini tidak perlu unik.
Region
Pilih wilayah tempat database tujuan berada.
Instances
Pilih instans yang menghosting database tujuan. Anda juga dapat mengklik Create Instance untuk membuat instans baru. Untuk informasi selengkapnya, lihat Instance management.
Table mapping
Pilih tabel tujuan untuk menyimpan data hasil transformasi.
Di bagian Select Destination Table, klik tabel tujuan.
-
Di tab Field Mapping, pilih field yang diperlukan di kolom Column Name.
Dalam contoh ini, tabel pemetaan field berisi field sumber berikut: orderid (int(11)), username (char(32)), ordertime (datetime), commodity (varchar(32)), phonenumber (int(11)), dan address (text). Setiap field secara otomatis dipetakan ke field tujuan dengan nama yang sama. Catatan: Flink tidak mendukung tipe datetime. Jika field sumber bertipe datetime, DTS akan mengonversinya ke tipe timestamp, dan nilainya harus berada dalam rentang valid untuk tipe timestamp.
-
Hasil
Konfigurasi selesai ketika ikon tanda seru
menghilang dari sisi kanan node.