Ikhtisar
TCP adalah salah satu protokol jaringan yang digunakan oleh Global Traffic Manager (GTM) untuk memeriksa kesehatan alamat IP. Pemeriksaan ini memantau berbagai metrik, termasuk aksesibilitas jaringan, ketersediaan port, dan latensi. Jika alamat IP atau port terkait tidak normal, sistem akan memblokir alamat tersebut. Ketika kondisi kembali normal, sistem akan membuka blokirnya.
Prosedur
Masuk ke Konsol Alibaba Cloud DNS.
Di panel navigasi sebelah kiri, klik Global Traffic Manager. Di halaman yang muncul, temukan instance yang diinginkan dan klik Settings di kolom Actions.
Di halaman Basic Settings, klik tab Address Pools, klik tanda tambah (+) di depan nama kolam alamat yang diinginkan, lalu klik Add di samping Health Check.

Di kotak dialog Modify Health Check Settings, atur parameter berikut: Health Check Protocol, Health Check Interval, Health Check Port, Timeout Period, Consecutive Failures, Failure Rate, dan Monitored Nodes. Lalu, klik OK.

Parameter
Health Check Protocol
Parameter ini menentukan protokol yang digunakan GTM untuk memantau metrik alamat IP, seperti aksesibilitas jaringan, ketersediaan port, dan latensi. Pilih TCP untuk pemeriksaan kesehatan TCP.
Health Check Interval
Parameter ini menentukan interval antara pemeriksaan kesehatan TCP. Nilai defaultnya adalah 1 Menit. Edisi Ultimate mendukung interval minimum 15 detik.
Health Check Port
Parameter ini menentukan nomor port. Saat GTM memantau alamat IP melalui TCP, GTM memeriksa apakah port alamat IP tersebut mengizinkan akses melalui Telnet. Jika akses diizinkan, layanan aplikasi dianggap normal; jika tidak, layanan aplikasi dianggap abnormal.
Timeout Period
Parameter ini menentukan periode timeout untuk pemeriksaan kesehatan. Selama pemeriksaan TCP, sistem menghitung waktu respons setiap paket TCP yang dikirim. Jika waktu respons melebihi periode timeout, pemeriksaan dianggap gagal. Nilai valid: 2 Detik, 3 Detik, 5 Detik, dan 10 Detik.
Consecutive Failures
Parameter ini menentukan jumlah percobaan ulang yang diizinkan sebelum pemeriksaan dianggap gagal. Layanan aplikasi hanya dianggap abnormal jika beberapa pengecualian terdeteksi secara berturut-turut. Pengaturan ini mencegah akurasi pemeriksaan terpengaruh oleh masalah seperti jitter jaringan sesaat. Nilai valid: 1 Permintaan, 2 Permintaan, dan 3 Permintaan.
1 Permintaan: Layanan aplikasi dianggap abnormal ketika satu peringatan terdeteksi selama pemeriksaan.
2 Permintaan: Layanan aplikasi dianggap abnormal ketika dua peringatan berturut-turut terdeteksi selama pemeriksaan.
3 Permintaan: Layanan aplikasi dianggap abnormal ketika tiga peringatan berturut-turut terdeteksi selama pemeriksaan.
Failure Rate
Parameter ini menentukan rasio node yang gagal dalam pemeriksaan terhadap semua node yang dipantau. Ketika rasio mencapai nilai parameter ini, layanan aplikasi dianggap abnormal. Nilai valid: 20%, 50%, 80%, dan 100%.
Monitored Nodes
Parameter ini menentukan lokasi geografis node tempat pemeriksaan dilakukan. Tabel berikut menjelaskan node yang dipantau yang telah ditentukan sebelumnya.
Jenis node | Nama node |
Node BGP | Zhangjiakou, Qingdao, Hangzhou, Shanghai, Hohhot, Shenzhen, dan Beijing |
Node Luar Negeri | Hong Kong, Jerman, Singapura, Silicon Valley, Malaysia, dan Jepang |
Node ISP | ChinaUnicomWuhan, ChinaUnicomDalian, ChinaUnicomNanjing, ChinaUnicomTianjin, ChinaTelecomQingdao, ChinaTelecomChangsha, ChinaTelecomXian, ChinaTelecomZhengzhou, ChinaMobileShenzhen, ChinaMobileDalian, dan ChinaMobileNanjing |
Jika semua alamat dalam kolam alamat adalah alamat IP Alibaba Cloud dan kebijakan penyaringan blackhole digunakan untuk deteksi kesalahan, pilih node penyedia layanan internet (ISP) sebagai node yang dipantau. Penyaringan blackhole adalah daftar kontrol akses (ACL) yang berlaku di internet antara jaringan Alibaba Cloud dan jaringan ISP. Namun, trafik antara alamat IP Alibaba Cloud mengalir di jaringan cloud, yang mengurangi efek deteksi.